Berbagai kesenian itu baru permulaan dari Disbudparpora Kota Madiun selaku tuan rumah acara. 30 peserta lain baru mau akan unjuk gigi. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Gelaran Charismatic Night Carnival (CNC) usai digelar, Sabtu (21/7/2018) malam. Giat rangkaian peringatan Hari Jadi ke-100 Kota Madiun ini berlangsung meriah. Lebih dari seratusan orang dari 31 peserta turut meramaikan carnival yang bakal digelar rutin ke depan. Penontonnya, jangan ditanya.

Jalan Pahlawan yang menjadi tempat acara penuh sesak penonton. Masyarakat berjubel dari kantor Bakorwil sebagai titik start hingga rumah dinas walikota sebagai titik finisnya. Itu wajar lantaran gelaran CNC memang patut diapresiasi. Apik nan menarik sedari awal hingga akhir.

Seperti konsep awal, gelaran dibuka dengan gabungan sebelas tarian asli Kota Madiun. Tarian kolosal ini juga menggugah pemahaman masyarakat akan sejarah. Berbagai tokoh mengemuka. Mulai Retno Dumilah, Ronggo Jumeno, dan Sentot Prawirodirjo. Tarian kian menarik dengan dibawakan sebanyak 70 penari.

“Kami tidak ingin hanya sekedar pawai keindahan. Tetapi ada nilai sejarahnya juga,” kata Kepala Disbudparpora Kota Madiun Agus Purwowidagdo.

Lagu Madiun Nyaman dan Damai tersaji setelahnya. Bedanya, kali ini lagu yang juga penanda Hari Jadi ke-100 tahun itu dikolaborasikan dengan karawitan. Kesenian Pencak silat, 100 lampion, Reyog, dan seni Jaran Kepang menyusul setelahnya.

Berbagai kesenian itu baru permulaan dari Disbudparpora Kota Madiun selaku tuan rumah acara. 30 peserta lain baru mau akan unjuk gigi.

Rombongan Kabupaten Madiun tampil sebagai peserta pertama yang melintas. Mengusung tema united of culture, berbagai kesenian tersaji. Salah satunya, seni dongkrek yang berbalut kostum fantasi. RSUD dr Soedono dan PT KAI DAOP 7 menyusul dibelakangnya dengan tema bidang usaha masing-masing.

Kecamatan Taman dan Manguharjo tampil senada dengan mengangkat seni tradisional reyog. Bedanya, Kecamatan Taman mengkolaborasikan dengan barongsai. Sedang, peserta dari Kecamatan Kartoharjo menampilkan tarian tradisional. Stikes BHM Madiun, KPPN Madiun, Dinas Pendidikan dan gabungan SMP se-kota Madiun menyusul setelahnya.

Aston Hotel menyajikan pertunjukkan tari modern dengan kostum berlampu. CNC memang menjadi ajang perpaduan Kesenian tradisional dan kekinian. SMKN 4, RSU Santa Clara, Sun City, PGRI, gabungan BUMD, Forum Pembaharuan, Bank Jatim, Wernes Education Center, gabungan Dinas Pendidikan Kecamatan Manguharjo, Bluder Cokro, Sekwan dan DPRD, gabungan OPD (Inspektorat, Bappeda, Bpkad, Bakesbangpol, BPBD), API, Sekretariat Daerah bergantian unjuk gigi.

Ditengah acara terselip penampilan kesenian barongsai dari Xia Dragon and Lion Dance Association. Permainan sedikit berbeda dengan atraksi di atas tiang. Penampilan ditutup dengan mengambil angpao. Lombok Idjo, PG Redjo Agung, RSUD Sogaten, Dinas Kominfo, dan SMK Negeri 1 menjadi peserta terakhir. Kegiatan ditutup dengan pesta kembang api.

Klik foto untuk memperbesar.

Agus menyebut gelaran bakal menjadikan agenda rutin ke depan. Digelar saat peringatan Hari Jadi Kota Madiun. Bahkan, bakal terus ditingkatkan. Dia menambahkan tidak menutup kemungkinan bakal seperti giat serupa di berbagai daerah.

Baca juga:   CNC Diprediksi Serap Animo Masyarakat

“Ini merupakan bentuk destinasi wisata baru. Melihat antusiasnya kami optimis semakin berkembang ke depan,” pungkasnya.

Gelaran CNC ini ditayangkan secara langsung di funpage facebook, channel youtube, dan instagram Pemerintah Kota Madiun. Kendati sudah lewat, video masih dapat diakses sewaktu-waktu. Bagi yang terlewat tidak perlu khawatir. (ws hendro/agi/madiuntoday).

Jaga terus kondusifitas dengan saling menghormati dan menghargai. Jaga juga kesehatan dan jauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.