Angka Stunting Haram Lebih Dari 20 Persen

Di Posting Oleh madiuntoday

24 Juli 2018

MADIUN – Kota Madiun berhasil mendapat penghargaan Kota Layak Anak (KLA), Senin (23/7/2018) kemarin. Ini tak terlepas dari pemenuhan kebutuhan dasar anak oleh pemkot setempat. Terutama pemenuhan hak pendidikan dan kesehatan. Kota Madiun memang mengedepankan dua bidang tersebut.

Berbagai program terkait dua bidang tersebut terus digencarkan. Dibidang pendidikan terdapat wajib belajar (wajar) sembilan tahun. Pemkot menggratiskan seluruh biaya sekolah selama masa wajar tersebut. Bahkan, program wajar menjadi 12 tahun sebelum kewenangan SMA/SMK diambil alih provinsi.

Dibidang kesehatan, anak-anak Kota Madiun cukup terjamin. Terbukti dari capaian angka stunting di Kota Madiun yang terus menurun. Angka tubuh pendek pada anak itu mencapai 1.504 anak 17,46 persen pada 2015 lalu. Jumlah menurun pada tahun berikutnya. Angka stunting hanya 16,61 persen atau 1.345 anak pada 2016. Angka stunting kembali dapat ditekan menjadi 14,72 persen pada 2017 lalu.

‘’Pada 2018 hingga bulan ini tercatat 855 anak atau 9,79 persen yang tumbuh kembangnya dibawah normal. Kota Madiun masuk dalam kategori baik karena angka stunting di bawah 20 persen,’’ kata Kabid Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Dinkes dan KB Kota Madiun Ismudoko, Selasa (24/7/2018).

Ini, lanjutnya, tak terlepas dari pemenuhan standar pelayanan minimal (SPM) bidang kesehatan di Kota Madiun. Khusus pada anak, pelayanan dimulai sejak dari dalam kandungan. Tentu dengan memperhatikan kebutuhan ibu hamil. Pihaknya memberikan berbagai tambahan nutrisi bagi ibu hamil yang memiliki berat rendah. Sedang setelah bayi lahir, imunisasi wajib hingga usia satu tahun. Kegiatan di Posyandu juga digalakkan. Mulai timbang badan hingga konsultasi masalah anak.

‘’Petugas akan langsung mendatangi keluarga yang tidak aktif ke Posyandu atau yang memiliki masalah kesehatan,’’ ungkapnya.

Puskesmas di Kota Madiun juga sudah ramah anak. Memiliki pojok bermain untuk ruang tunggu anak-anak. Selain itu, petugas juga dibekali cara melayani anak-anak. Terdapat pelatihan khusus.

‘’Prinsipnya bagaimana pelayanan kesehatan ini tidak meninggalkan trauma. Anak-anak tidak lagi takut saat ke Puskesmas atau pelayanan kesehatan lain,’’ ungkapnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Jaga selalu kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.

 

Artikel Terkait

Don`t copy text!