Dapat KLA Pratama, Kota Madiun Buka Peluang Raih Predikat Madya Tahun Depan

Di Posting Oleh madiuntoday

24 Juli 2018

MADIUN – Kota Madiun baru saja mendapat penghargaan Kota Layak Anak (KLA) 2018 ini. Penghargaan ini cukup spesial lantaran capaian kali kedua secara berturut. Artinya, Kota Madiun cukup ramah dan nyaman untuk anak-anak dua tahun terakhir.

Penghargaan diterima, Senin (23/7/2018) malam. Kota Madiun mendapat Kota Layak Anak tingkat awal alias predikat Pratama. Terdapat 177 kabupaten/kota se-tanah air yang menerima penghargaan dengan berbagai predikat tahun ini. Kota Madiun memiliki peluang besar untuk meraih predikat madya penghargaan serupa tahun depan.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PP dan PA) Kota Madiun menyebut ada lima kluster yang wajib dipenuhi untuk predikat tersebut. Yakni, secara kelembagaan, kesehatan, pendidikan, lingkungan, dan tumbuh kembang anak. Tak heran, pekerjaan sejatinya merupakan hasil kerja bareng lintas sektor.

Heri menambahkan Kota Madiun sejatinya dapat meraih predikat Madya alias kategori tingkat dua tahun ini. Beberapa kriterianya sudah cukup memenuhi. Yakni, hak sipil dan kebebasan anak, lingkungan keluarga dan pengasuhan, kesehatan dasar dan kesejahteraan, pendidikan dan pemanfaatan waktu luang dan budaya, serta perlindungan anak. Di dalamnya, terdapat beberapa sub kriteria yang juga tidak boleh lepas. Yakni, hak mendapatkan pendidikan, puskesmas ramah anak, taman baca, pemenuhan gizi seimbang, dan pendampingan saat terjerat kasus.

Namun, tentu terdapat sejumlah kriteria lain yang belum terpenuhi. Salah satunya, iklan rokok. Kota Layak Anak wajib terlepas dari segala bentuk promosi rokok. Heru menyebut sejumlah kekurangan bakal terus dikejar. Berbagai program dijalankan. Di antaranya, polisi kecil dalam rumah. Yakni, anak-anak yang menjadi penegur saat orang dewasa merokok dalam rumah. Polisi anak ini sudah tersebar di 27 kelurahan.

Selain itu, pemkot juga tengah menggalakkan 18-21 bijak. Yakni, program tanpa gadget dan televisi mulai pukul 18.00 hingga 21.00. Ini diharapkan agar waktu dalam keluarga lebih optimal. Yakni, mulai mendampingi belajar anak, beribadah, atau sekedar waktu mengobrol. Ini penting lantaran sejumlah kegiatan tersebut tersita lantaran kesibukan bersama smartphone atau televisi.

‘’Sejumlah program ini semoga dapat menutup kekurangan penilaian KLA predikat madya,’’ ujarnya sembari menyebut optimis predikat bakal meningkat ke depan.

Keterlibatan anak dalam pemerintahan juga semakin besar. Salah satunya dengan diikutsertakan dalam pelaksanaan musyarawah rencana pembangunan (musrenbang). Selain itu, Kota Madiun juga memiliki foum anak yang cukup aktif. Kali terakhir, forum anak Kota Madiun menyumbang salah satu poin suara anak saat forum nasional. Artinya, satu dari sepuluh poin suara anak yang diutarakan berasal dari Kota Madiun.

‘’Prinsipnya kami terus melakukan berupaya memberikan yang terbaik untuk anak di Kota Madiun. Termasuk pemenuhan sekolah ramah anak, puskesmas ramah anak, hingga peemenuhan fasilitas bermain, wifi gratis, hingga pendampingan saat terjerat kasus hukum,’’ pungkasnya. (farid/ws hendro/agi/madiuntoday)

Patuhi aturan yang berlaku dan jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.

Artikel Terkait

Don`t copy text!