Forum Anak Siap Wadahi Aspirasi Pemuda Kota Madiun

Di Posting Oleh madiuntoday

26 Juli 2018

MADIUN – Usia belia seharusnya bukan penghalang bagi anak-anak untuk dapat menyuarakan pendapat. Meski demikian, masih ada sebagian masyarakat yang mengesampingkan aspirasi mereka. Padahal, hak kebebasan merupakan salah satu indikator kota layak anak.

Kebebasan tentunya meliputi berbagai aspek. Misalnya, bebas menentukan pilihan, bebas menyampaikan uneg-uneg dalam keluarga, hingga bebas menyuarakan aspirasi yang tak hanya berdampak bagi kepentingannya sendiri. Tetapi, juga berpengaruh terhadap masyarakat umum.

Kota Madiun sebagai peraih predikat Kota Layak Anak (KLA) tingkat Pratama, berupaya memberikan hak anak secara utuh. Salah satunya adalah hak meraih kebebasan. Terutama, dalam menyuarakan pendapat.

Ketua Forum Anak Kota Madiun (FAKOM) Muhammad Raihan Ramadhana menuturkan, saat ini pemerintah semakin memperhatikan pendapat anak. Misalnya, dengan mengikutkan mereka dalam setiap Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). ‘’Sekarang sudah lebih baik, anak-anak bisa ikut memberi usulan,’’ tutur siswa kelas XII IPS 3 SMAN 3 Taruna Angkasa Kota Madiun itu.

Beberapa masukan anak muda Madiun pun telah direalisasikan pemkot. Salah satunya pengadaan taman ramah anak. Usulan itu disampaikan Raihan dalam Musrenbang 2018 yang terselenggara Maret lalu. ‘’Alhamdulillah sudah terpenuhi,’’ ungkapnya.

Tak hanya itu, usulan WIFI gratis di setiap sudut kota yang disampaikan oleh Wakil Ketua FAKOM Muhammad Chaesar pun sudah terpenuhi. Saat ini, masyarakat Kota Madiun dapat menikmati fasilitas jaringan internet gratis, cepat, dan aman yang disediakan oleh pemkot.

Sebagai organisasi yang berisi muda-mudi di bawah 18 tahun, FAKOM berupaya memantau dan mengatasi permasalahan yang terjadi di sekitarnya. Para anggota diajarkan untuk dapat menjadi teladan bagi teman-teman lainnya. Baik di lingkungan rumah, sekolah, maupun masyarakat.

Beberapa fokus perhatiannya meliputi pencegahan perudungan di lingkungan sekolah dan masyarakat, menghindarkan anak-anak dan remaja dari hal-hal yang berpengaruh buruk misalnya seperti narkoba, rokok, dan pergaulan bebas, serta menjadi konselor bagi teman-teman sebayanya di sekolah. ‘’Kalau ada permasalahan yang sulit kami pecahkan sendiri, kami sampaikan kepada pembina untuk dibahas lebih lanjut,’’ imbuhnya.

Tak hanya itu, FAKOM juga siap menampung aspirasi anak-anak Kota Madiun. Mereka sebagai jembatan yang menghubungkan antara anak dengan pemerintah. Harapannya, usulan yang disampaikan dapat menjadi pertimbangan pemerintah dalam mengambil kebijakan tertentu.

Kebijakan yang dimaksud tak hanya terbatas dalam skala daerah saja. Bahkan, secara nasional pun mereka boleh berpendapat. Dalam penyelenggaraan Forum Anak Nasional salah satunya. Kesempatan itu dimanfaatkan untuk mengumpulkan gagasan menghadapi permasalahan yang sedang melanda bangsa Indonesia. Bahkan, dunia secara umum. ‘’Hasilnya terangkum dalam tuntutan Suara Anak Indonesia 2018 yang akan disampaikan ke presiden,’’ terang Chaesar.

Dengan semakin terbukanya pemerintah terhadap aspirasi anak bangsa, Raihan dan Chaesar berharap semakin banyak pula teman-temannya yang turut berpartisipasi dalam pembangunan. Jangan takut untuk menyuarakan pendapat. Namun, juga harus dibarengi dengan sikap tanggung jawab serta komitmen menjalankan kewajibannya. (WS Hendro, irs/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

Artikel Terkait

Don`t copy text!