Berhasil tangkap pengedar Shabu dengan barang bukti 11.2 gram shabu-shabu. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Anggota Satresnarkoba Polres Madiun Kota berhasil membekuk pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang di wilayah Madiun. Barang haram yang diduga berjenis sabu itu berada di dalam tas pria berinisial DE. Setelah tertangkap tangan oleh polisi, pria 38 tahun itupun tak dapat mengelak lagi.

Peristiwa penangkapan pelaku terjadi pada Senin (25/6) lalu, pukul 00.50. Tepatnya, di sebuah rumah kos yang terletak di Kelurahan Kanigoro Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun. Saat dilakukan penggeledahan, petugas berhasil menemukan 1 kantong plastik klip berisi serbuk kristal yang diduga sabu. ‘’Setelah diintrogasi petugas, pelaku mengakui masih menyimpan barang lainnya di kamar,’’ tutur Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu SIK pada press release, Kamis (26/7).

Dari hasil penggeledahan itu, petugas berhasil menemukan barang bukti berupa sabu-sabu sebanyak 11,2 gram yang telah terbungkus rapi dalam kantong plastik klip berbagai ukuran. Juga, alat-alat yang digunakan untuk mengonsumsi barang haram tersebut serta sebuah timbangan digital.

Dilihat dari banyaknya kantong plastik klip berisi sabu dengan berbagai ukuran itu, polisi menduga bahwa barang tersebut sudah siap edar. Dari keterangan pelaku, sabu-sabu dijual dengan harga antara Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. Cara penjualan dilakukan melalui perantara.

Nasrun menuturkan, penangkapan tersebut berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya praktek jual beli narkoba di wilayah itu. Setelah melakukan pengintaian hampir 2 pekan, Satresnarkoba Polres Madiun Kota melakukan penggerebekan. ‘’Dilihat dari barang bukti, pelaku merupakan pengedar sekaligus pemakai,’’ ujarnya.

Baca juga:   Peserta Pemilu Boleh Pakai Kampanye Negatif, Ini Penjelasan Bawaslu

Hingga saat ini, DE tidak mengakui dari mana dia mendapatkan sabu-sabu tersebut. Pria asal Desa Sugih Waras Kecamatan Maospati Kabupaten Magetan ini juga tidak mengakui siapa pembelinya. Petugas juga tidak menemukan petunjuk dari Handphone pelaku. ‘’Sampai saat ini masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,’’ imbuh Nasrun.

Dengan temuan itu, pelaku dijerat dengan Pasal 114 dan Pasal 112 UU RI Nomor 35 Tahun 2009. Karena memiliki narkotika golongan melebihi lima gram. ‘’Untuk Pasal 114 ancamannya penjara minimal 6 tahun, maksimal 20 tahun, hingga pidana seumur hidup. Sedangkan, untuk pasal 112 ancamannya pidana minimal 5 tahun, paling lama 20 tahun, dan denda 800 juta hingga 8 milyar,’’ paparnya. (WS Hendro, irs/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.