Anak Terlibat Perkara, Pemkot Dampingi Hingga Setelahnya

Di Posting Oleh madiuntoday

27 Juli 2018

MADIUN – Penanganan anak di Kota Madiun cukup komplit. Bukan hanya soal pendidikan, kesehatan serta fasilitas bermain. Pemkot setempat juga getol dalam penangangan anak yang terlibat dalam perkara. Tak heran, jika Kota Madiun kembali mendapat predikat Kota Layak Anak tahun ini.

Data yang dihimpun Dinsos PP dan PA Kota Madiun, kasus yang melibatkan anak untuk kategori kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) sepanjang 2016 lalu sebanyak delapan kasus. Rinciannya, delapan kasus kekerasan, tiga penelantaran, dan satu kasus terkait kekerasan psikis.

‘’Kami terus melakukan pendampingan mulai laporan hingga setelahnya,’’ kata Kasi Perlindungan Perempuan dan Anak Dinsos PP dan PA Kota Madiun Sri Hartutik, Jumat (27/7/2018).

Sedang, kasus non KDRT tercatat sebanyak 12 kasus selama tahun yang sama. Rinciannya, dua kasus perkosaan, enam pencabulan, dua kekerasan psikis, dan dua kasus lainnya terkait pelecehan. Jumlah kasus menurun drastis jika dibanding 2017. Hanya dua kasus KDRT yang melibatkan anak selama tahun tersebut. Sedang, non KDRT tercatat 14 kasus. 12 di antaranya hanya sebatas konsultasi. Dua lainnya merupakan kasus penganiayaan dan pencabulan.

‘’Secara kuantitas memang meningkat untuk kasus non KDRT. Namun, secara kualitas menurun karena yang banyak hanya sebatas konsultasi,’’ terangnya.

Penekanan kasus ini tak terlepas dari pelayanan yang diberikan dinas terkait. Pihaknya bakal langsung memberikan pendampingan begitu laporan diterima. Pihaknya tidak sendiri. Dalam penanganan biasanya bekerja sama dengan unit perlindungan perempuan dan anak (PPA) Polres Madiun Kota dan Bapas. Itu jika menyangkut kasus berpotensi pidana. Namun, pihaknya bakal mengupayakan agar tidak penanganan tidak sampai pada pidana alias diselesaikan secara diversi atau mediasi.

Ini penting untuk menjaga spikologis anak. Sebaliknya, pendampingan dilakukan. Anak bakal mendapat pembelajaran tentang perilaku dan karakter. Tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan serta lebih kepada langkah pencegahan agar tidak terulang. Pihaknya juga menggandeng Dinas Kesehatan hingga psikiater untuk pertolongan kejiawaan anak.

‘’Setelah kasus dinyatakan selesai, kami masih memantau perkembangan anak tersebut secara berkala. Ini penting agar kejadian serupa tidak terulang,’’ ungkapnya.

Pihaknya juga melakukan langkah pencegahan. Salah satunya, melalui penyuluhan langsung. Tentu dengan melibatkan instansi terkait. Terutama Dinas Pendidikan dan Kesehatan. Pencegahan wajib terus dilakukan agar kasus yang melibatkan anak dapat terus ditekan.

‘’Indikator Kota Layak Anak tidak hanya soal pendampingan saat anak terjerat kasus. Tetapi kalau indikator ini tidak terpenuhi, predikat layak anak bisa saja dicabut,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.

 

Artikel Terkait

Kemenhub Susun Draft Regulasi Keamanan Sepeda

Kemenhub Susun Draft Regulasi Keamanan Sepeda

Atur Teknis Hingga Fasilitas Pendukungnya JAKARTA - Kementerian Perhubungan semakin serius dalam merancang regulasi untuk pengguna sepeda. Hal ini dilakukan menyusul meningkatnya jumlah penikmat kendaraan roda dua tersebut di tengah pandemi Covid-19. Direktur Jenderal...

Pemkot Madiun Siapkan Protokol Kesehatan Bus Wisata Mabour

Pemkot Madiun Siapkan Protokol Kesehatan Bus Wisata Mabour

MADIUN – Kedatangan transportasi wisata Madiun Bus On Tour atau Mabour telah menyita perhatian masyarakat. Namun, hingga kini Pemerintah Kota Madiun belum menetapkan perilisan bus wisata tersebut bagi masyarakat umum. Meski begitu, protokol kesehatan untuk mengamankan...

Don`t copy text!