Mulai anti bodi, penjamin tumbuh kembang, hingga baik untuk pencernaan. Penting untuk terus mengkampanyekan ASI. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Setiap bayi berhak mendapatkan air susu ibu (ASI). Selain memberikan manfaat besar, ASI merupakan asupan terbaik bagi bayi. Tak heran, pemerintah terus menggelorakan pemberian ASI bagi ibu menyusui.

‘’ASI bukan sekedar asupan. Tetapi kandungan didalamnya merupakan semua yang dibutuhkan bayi. Mulai anti bodi, penjamin tumbuh kembang, hingga baik untuk pencernaan. Penting untuk terus mengkampanyekan ASI,’’ kata ahli gizi Puskesmas Oro-oro Ombo Kota Madiun Dedi Haryono, Rabu (1/8/2018).

Namun, tak sedikit orang tua yang mengabaikan. Banyaknya pilihan susu formula menjadi salah satu penyebabnya. Selain itu, kendala saat pemberian ASI juga menjadi permasalahan tersendiri. Dedi menyebut butuh komitmen kuat serta dorongan dari lingkungan agar pemberian ASI tuntas hingga usia dua tahun.

‘’Banyak orang menitikberatkan pada asupan makan sang ibu. Padahal itu bukan yang utama. Cara pemberian ASI yang lebih utama agar ASI optimal,’’ jelasnya.

Asupan yang besar, kata dia, tidak lantas membuat produksi ASI melimpah. Cara menyusui wajib benar. Seorang ibu menyusui wajib releks. Ini baik untuk merangsang hormon oksitosin bekerja dengan baik. Hormon ini dapat memperlancar produksi ASI. Oksitosin dapat dirangsang dari puting ibu. Artinya, puting wajib sesering mungkin dirangsang dengan mulut bayi.

‘’Biarpun ASI tidak keluar banyak, harus sering disusukan pada bayi. Ini merangsang untuk memproduksi ASI terus menerus,’’ terangnya.

Baca juga:   Pentingnya ASI Bagi Bayi, Berikan Secara Eksklusif Pada 6 Bulan Pertama

Dedi menyebut cara menyusui juga berpengaruh. Pelekatan mulut bayi dengan payudara ibu harus tepat. Mulut bayi baiknya tidak hanya melekat pada puting. Namun, juga pada bagian areola atau bagian yang melingkari puting. Areola bagian atas harus lebih banyak dari pada bagian bawah. Selain itu, dagu bayi baiknya menyentuh payudara.

‘’Membayangkan bayi dengan kasih sayang, mendengarkan suara bayi dan melihat bayi baik untuk merangsang produksi ASI,’’ ujarnya sembari menyebut rasa cemas, stress, rasa sakit, dan ragu dapat menghambat produksi.

Beragam cara dilakukan pemerintah. Bukan hanya getol mengkampanyekan ASI ekslusif. Namun, juga mengoptimalkan pelayanan saat melahirkan. Salah satunya, inisiasi menyusui dini (IMD) segera setelah lahir dengan dilanjutkan rawat gabung. Selain itu, pemkot juga membentuk kelompok pendukung ASI disetiap kelurahan. Minimal terdapat lima motivator saban kelurahan. Mereka bertugas untuk memberikan penyuluhan hingga mendampingi ibu menyusui agar berhasil memberikan ASI minimal enam bulan pertama.

‘’Pemerintah juga memberikan sarana pendukung seperti pojok laktasi disetiap instansi dan tempat umum. Ini penting agar anak mendapatkan haknya secara optimal,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.