Mesin pompa dan susu formula (dhevit - madiuntoday)

MADIUN – Selama 6 bulan pertama pasca dilahirkan, bayi belum dapat mengonsumsi makanan. Satu-satunya asupan yang bisa diterimanya adalah susu. Ada dua jenis susu yang biasa diberikan orang tua kepada bayinya. Yakni, air susu ibu (ASI) dan susu formula.

Banyak faktor yang memengaruhi orang tua untuk memberikan dua jenis susu tersebut. Namun, ada hal yang perlu diketahui seorang ibu sebelum memutuskan untuk memberikan ASI maupun susu formula kepada buah hatinya.

Dokter spesialis anak RS Santa Clara dr Rony Antonius P. Tamba, Sp.A menuturkan, baik ASI maupun susu formula mengandung nutrisi makro dan nutrisi mikro. Nutrisi makro contohnya karbohidrat, protein, dan lemak. ‘’Sedangkan, nutrisi mikro antara lain mineral, zat, enzim, dan hormon,’’ tuturnya.

Dari segi kandungan protein, ASI lebih tinggi dibandingkan susu formula. Protein merupakan nutrisi yang lebih mudah diserap. Terutama, bagi bayi. Selain itu, lemak di dalam ASI mengandung lipase yang sangat penting untuk metabolisme lemak itu sendiri.

Sementara dari segi nutrisi mikro, ASI memiliki kandungan yang tidak terdapat dalam susu formula. Yakni, zat antibodi, hormon-hormon pertumbuhan, dan enzim-enzim pencernaan. Karena itulah, bayi yang minum ASI apalagi secara eksklusif tidak mudah terserang penyakit.

‘’Ada istilah air susu merupakan spesies yang spesifik. Itu artinya, pemberian air susu kepada anak harus disesuaikan. ASI diberikan oleh ibu kepada anaknya. Sedangkan, susu formula kebanyakan diproses dari sapi. Sehingga, tidak cocok untuk anak manusia,’’ paparnya.

Baca juga:   Pentingnya ASI Bagi Bayi, Berikan Secara Eksklusif Pada 6 Bulan Pertama

Lebih lanjut, Rony menjelaskan, ada tiga fungsi ASI yang tidak bisa didapatkan dari susu formula. Yaitu, fungsi bagi bayi, fungsi bagi ibu, dan fungsi bagi keluarga.

Fungsi bagi bayi, ASI berguna sebagai terapi bagi bayi kuning. Seperti diketahui, banyak kasus bayi yang lahir dengan kondisi kuning. Biasanya, nasehat yang diberikan dokter adalah menjemur bayi di pagi hari dan menambah konsumsi ASI. ‘’Agar mengeluarkan bilirubin melalui pencernaan bayi,’’ imbuhnya.

Kemudian, fungsi lainnya adalah meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi alergi, meningkatkan IQ, mengurangi emosi dan stres pada bayi, serta mencegah obesitas dan hiperaktif.

Sementara itu, fungsi untuk ibu antara lain mengurangi perdarahan pasca melahirkan, tubuh lebih langsing, mengurangi stres, mengurangi resiko kanker, dan menjadi KB alami. ‘’Sedangkan, fungsi bagi keluarga adalah anak tidak gampang sakit dan menghemat biaya karena tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli susu formula,’’ jelasnya.

Dengan berbagai keunggulan yang telah dijabarkan, Rony berharap para orang tua mengutamakan ASI sebagai asupan utama bayi. Tentunya, ibu juga harus mengonsumsi makanan dengan gizi seimbang supaya ASI-nya lancar. ‘’ASI memang yang terbaik,’’ tandasnya. Jadi, ibu-ibu mau pilih yang mana? (Dhevit, irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.