MADIUN – Dewangga Syahputra dan Erdian Ekzanda Desnata tak hanya kompak dalam band. Dua siswa SMAN 2 Madiun itupun selalu siap mendukung dan membantu satu sama lain. Begitu pula, ketika mendaftar dalam program Belajar Bersama Maestro (BBM) yang diselenggarakan Kemendikbud.

Gilang Ramadhan merupakan maestro yang dipilih Dewangga dan Erdian. Itu karena keduanya sama-sama menyukai musik modern. Memilih maestro yang sama tak lantas membuat mereka bersaing. Justru, mereka saling membantu menyiapkan berkas untuk keperluan pendaftaran.

Tak disangka, keduanya berhasil lolos. 2-15 Juli lalu, mereka mengikuti kegiatan bersama anak-anak dari berbagai penjuru Indonesia untuk menimba ilmu dari sang maestro. Lokasinya, di studio musik milik Gilang Ramadhan di Bintaro, Jakarta Selatan.

‘’Ya senang sekali bisa lolos. Banyak pengalaman yang didapat. Terutama, dapat teman-teman baru dari berbagai daerah,’’ tutur Dewangga saat ditemui di sekolahnya, Jumat (3/8).

Bersama Gilang Ramadhan, para peserta tak sekedar belajar tentang teknis bermain musik yang baik. Tetapi, juga belajar lebih jauh mulai dari sejarah musik hingga industri musik di Indonesia saat ini. Bahkan, mereka sempat diajak mengunjungi perusahaan music di Jakarta. Seperti, Warner Music Indonesia dan Musica Studios.

Di satu sisi, Erdian merasa materi yang disampaikan Gilang masih cukup sulit dimengerti anak-anak seusianya. Meski demikian, siswa kelas XI-8 itu berusaha mencatat setiap materi yang diterimanya. ‘’Jadi, nanti kalau sudah dewasa dan berkecimpung di musik, saya bisa buka catatan itu lagi,’’ terang siswa yang menguasai alat musik drum, bass, dan keyboard itu.

Beberapa materi yang disampaikan antara lain terkait cara musisi baru memasukkan musiknya ke sebuah industri hingga diterima oleh masyarakat. Selain itu, mereka juga mempelajari pembagian royalti yang diterima oleh musisi jika musiknya dipakai oleh industri.

Baca juga:   Tularkan Semangat Berliterasi, Esmasa Terapkan JLS

Meski materi yang diterima cukup berat, namun anak-anak yang tergabung dalam program BBM Gilang Ramadhan menjalaninya dengan enjoy. Menurut Erdian, Gilang termasuk orang yang sabar dan menyenangkan. Setiap jeda materi, dia mengajak anak-anak bermain musik bersama.

Bagi Dewangga dan Erdian yang biasa bermain di genre musik rock, belajar bersama Gilang Ramadhan merupakan pengalaman yang berharga. Salah satunya karena mereka belajar genre musik lain. Terutama, jazz dan blues.

‘’Bermain musik itu yang penting adalah penjiwaan terhadap lagu. Selain itu, dalam satu grup harus toleransi, tidak boleh ada egois agar musik yang dihasilkannya bagus,’’ terang Dewangga.

Ke depan, dua sahabat ini ingin terus mengembangkan diri di bidang musik. Tak menutup kemungkinan, mereka bisa menyumbangkan ide untuk kemajuan musik di Indonesia. ‘’Inginnya menciptakan lagu untuk anak-anak dan orang tua. Karena selama ini lagu-lagu yang ada kebanyakan untuk remaja yang kurang pas untuk anak-anak dan orang tua. Jadi biar lebih spesifik,’’ imbuh Erdian.

Kedua siswa itupun berharap, ilmu yang didapatnya dari program BBM bisa bermanfaat. Tak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Sehingga, bisa sama-sama memacu diri untuk terus berkreasi dan berinovasi di bidang yang ditekuninya. (Dhevit, irs/madiuntoday)

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.