Calon walikota terpilih Maidi berharap sudah tidak ada lagi gesekan antar pendukung. Baik itu gesekan perasaan, ucapan, maupun tingkah laku. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Kota Madiun resmi memiliki pemimpin baru. Kendati belum pelantikan, pasangan Maidi-Inda Raya resmi menjadi calon orang nomor satu di kota pecel. Itu setelah KPUD Kota Madiun menetapkan keduanya sebagai calon walikota dan wakil walikota terpilih, Senin (13/8/2018). Keputusan ini mengemuka setelah gugatan salah satu paslon terkait Pilkada ditolak Mahkamah Konstitusi (MK) beberapa waktu lalu.

‘’Pagi ini telah dilaksanakan penetapan calon terpilih. Dengan demikian selesai sudah satu tahapan penting Pilkada,’’ kata Kepala KPUD Kota Madiun Sasongko usai Rapat Pleno Terbuka Penetapan Pasangan Calon Terpilih Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Madiun di Sun Hotel, Senin (13/8/2018).

Pihaknya menyebut tahapan selanjutnya tinggal pelantikan yang dijadwalkan 6 Juni 2019 mendatang. Pihaknya berharap semua pihak menghormati keputusan. Apalagi, pihaknya telah berupaya memberikan yang terbaik dalam setiap tahapan. Termasuk soal daftar pemilih tetap (DPT) yang sempat menjadi materi gugatan salah satu paslon.

‘’Urusan DPT harusnya sudah selesai saat penetapan. Tetapi kalau ada yang menyoal setelah itu hak masing-masing,’’ ujarnya.

Calon walikota terpilih Maidi berharap sudah tidak ada lagi gesekan antar pendukung. Baik itu gesekan perasaan, ucapan, maupun tingkah laku. Sebab, pesta demokrasi sudah usai dengan penetapan KPUD. Dirinya mengajak semua masyarakat untuk kembali. Artinya, kembali menjalankan aktivitas seperti biasa. Baik yang mendukung dirinya maupun yang memilih paslon lain saat Pilkada lalu.

‘’Dengan penetapan ini, masyarakat harus mengikuti dan menghargai. Pesta demokrasi sudah selesai. Mari bersama-sama membangun Kota Madiun,’’ ujarnya.

Baca juga:   Buka Sosialisasi Lembaga Keuangan, Walikota Ingatkan Pentingnya Memilih Investasi yang Aman

Maidi menyebut dirinya telah terpilih baik secara sosial maupun administrasi. Secara sosial dengan dibuktikan raihan suara terbanyak saat Pilkada. Sedang, secara administrasi sudah hingga MK. Pihaknya berharap masyarakat menerima dan mengikuti segala proses. Dia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menyongsong ke depan.

‘’Yang terpenting sekarang ini bagaimana mewujudkan perubahan yang lebih baik ke depan. Kami akan segera mewujudkan perubahan-perubahan itu. Yang tidak bermanfaat mari kita tinggalkan. Yang memberikan manfaat mari kita tingkatkan,’’ ajaknya.

Soal janji kampanye, dirinya memastikan bakal masuk dalam rencana program kerjanya. Bahkan, sejumlah prioritas bakal masuk dalam 100 hari kerja setelah pelantikan mendatang. Salah satunya, rumah tidak layak huni (rtlh). Pihaknya mengaku sudah memulai menyusun program kerja, besaran anggaran, hingga organisasi perangkat daerah (OPD) yang akan melaksanakan. Harapannya, program kerja sudah langsung dapat dilaksanakan begitu pelantikan.

‘’Prinsipnya kalau seiring dengan program kerja kami, pasti akan kami masukkan biarpun itu program kerja paslon lain. Kesejahteraan masyarakat tentu menjadi prioritas,’’ tegasnya.

Sementara itu, Wakil Walikota terpilih Inda Raya menyebut bakal lebih banyak memperjuangkan hak perempuan. Apalagi, dirinya menjadi bagian dari sejarah dengan terpilihnya perempuan sebagai pejabat daerah. Program-program pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan perempuan bakal lebih banyak ke depan.

‘’Sejauh ini program yang berkaitan dengan perempuan sudah baik. Tetapi akan kami upayakan lebih baik lagi. Mumpung wakil walikotanya perempuan,’’ candanya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.