Pria 33 tahun itu merupakan Pembina Satuan Gugus Depan Pramuka Penegak SMAN 1 Madiun. (dhevit - madiuntoday)

MADIUN – Gerakan Pramuka SMAN 1 Madiun tak hanya dikenal sebagai organisasi yang solid. Tetapi juga langganan meraih prestasi. Sejumlah anggotanya pun berhasil mendapatkan gelar bintang tahunan dan tergabung dalam Gerakan Pramuka Garuda.

Dibalik kesuksesan itu, rupanya ada sosok yang berjasa memotivasi para anggota untuk meraih prestasi. Dialah Ricky Yonatan Santoso. Pria 33 tahun itu merupakan Pembina Satuan Gugus Depan Pramuka Penegak SMAN 1 Madiun.

Menjadi pembina, Ricky tak sekedar menjalankan pekerjaannya sebagai kewajiban. Lebih dari itu, kegiatan kepemudaan ini telah memberikan kehangatan keluarga baginya. Sehingga, Ricky merasa nyaman dan semakin tak dapat dipisahkan dari Pramuka. ‘’Sosok kakak dan adik di Pramuka itu benar-benar ada buat saya,’’ tuturnya saat ditemui sedang melatih anggota Pramuka SMAN 1 Madiun, Selasa (14/8).

Ricky pertama kali mengenal kegiatan Pramuka saat duduk di bangku SD. Namun, dia benar-benar terjun di organisasi tersebut ketika masuk SMA. Yakni, pada tahun 2001.

Tiga tahun mengikuti Pramuka di sekolahnya, banyak pengalaman yang telah dilalui Ricky. Hingga selepas sekolah, dia tidak serta merta meninggalkan kegiatan tersebut. Bahkan, semakin fokus untuk dapat menjadi pembina. ‘’SK pembina saya keluar 2006,’’ ungkap alumnus SMAN 1 Madiun itu.

Dalam membina Pramuka, suami dari Asti Arisandi Lukmansyah ini menerapkan istilah Tut Wuri Handayani. Dia membebaskan adik-adik binaannya untuk berkreasi. Tetapi, tetap memberikan arahan dan dorongan agar tidak keluar jalur. Apalagi, yang dibinanya adalah anggota Pramuka setingkat SMA.

Pendekatan yang baik juga dilakukan pria yang menjadi relawan Dinas Sosial ini kepada orang tua adik-adik Pramuka. Sehingga, dia mendapatkan kepercayaan dan dukungan untuk setiap kegiatan yang akan diikuti.

Baca juga:   Pramuka Penggalang Adu Kreativitas di Lomba Pionering

Tak hanya itu, pria kelahiran 14 April 1985 inipun tak henti memotivasi adik-adik Pramuka untuk mengembangkan diri hingga meraih prestasi. Misalnya ketika ada perlombaan, para anggota ditawarkan lebih dulu. Jika bersedia, baru digembleng dengan serius. Tidak ada pemaksaan untuk mengikuti kegiatan.

Agar hasilnya baik, biasanya Ricky menerapkan target lebih tinggi. Sehingga, pada saat di perlombaan, adik-adik binaannya tak kaget dengan kompetisi.

Hasilnya pun memuaskan. Beberapa piala bergengsi berhasil mereka borong. Antara lain, Juara Umum Piala Gubernur Giat Prestasi Pramuka Penegak se-Jawa Timur 2014, Juara Umum Lomba Pengembaraan se-Eks Karesidenan Madiun, dan Juara Rover Ranger Challenge (RRC) di Ponorogo 2018.

‘’Alhamdulillah selalu pulang bawa piala. Tapi, sebenarnya bukan kemenangan yang menjadi tujuan. Kalau niat berlatih pasti menang. Tapi kalau kalah berarti belum beruntung saja. Berarti ada yang lebih keras kerjanya dari kita,’’ papar pria yang juga menjabat sebagai Andalan Bidang Humas Kwarcab Kota Madiun, Instruktur Muda Saka Dirgantara, dan Pamong Saka Kencana itu.

Pada Peringatan Hari Pramuka ke-57 tahun ini, Ricky berharap bahwa kegiatan Pramuka semakin dicintai anak muda. Juga, memberikan pengaruh positif terhadap perkembangan generasi bangsa. Lebih lanjut, dapat berkontribusi untuk kemajuan Negara Indonesia. ‘’Pramuka keren, gembira, dan asyik,’’ tandasnya. (Dhevit, irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.