Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30. Suradi yang tinggal sendiri itu disinyalir lupa jika telah membakar sampah di ruang dapur. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Entah apa yang ada dalam pikiran Suradi, 65, warga Kelurahan/Kecamatan Kartoharjo ini hingga nekat membakar sampah di dalam rumah. Alih-alih sampah yang dibakar bersih, seisi rumahnya nyaris hangus terbakar, Rabu (15/8/2018). Kebakaran sempat membuat panik masyarakat setempat lantaran lokasi berada di kawasan padat permukiman. Beruntung, petugas pemadam kebakaran Kota Madiun sigap menangani amukan si jago merah.

Kebakaran terjadi sekitar pukul 11.30. Suradi yang tinggal sendiri itu disinyalir lupa jika telah membakar sampah di ruang dapur. Tetangga sekitar menyebut Suradi memang sudah rada pikun. Korban mengaku berada di ruang depan ketika kebakaran terjadi. Dirinya langsung panik begitu melihat jilatan api sudah membesar dari dapur dan kamar belakang.

‘’Ndak tahu, tiba-tiba ada api. Terus saya lari keluar,’’ kata Suradi terbata-bata.

Dia mengaku sempat bersih-bersih rumah sebelum kejadian. Namun, langsung ditinggal ke depan. Suradi sedikit susah diajak komunikasi. Hal itu dibenarkan sejumlah tetangga korban. Suradi diakui jarang keluar rumah. Jarang bersosialisasi.

‘’Orangnya memang seperti itu. Agak tertutup dan sudah pikun. Di sini tinggal sendiri,’’ kata seorang tetangga korban.

Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono menyebut penyebab kebakaran masih dalam pemeriksaan. Namun dari hasil keterangan sementara, kebakaran diduga kuat lantaran kecerobohan manusia atau human error. Beruntung kebakaran segera dapat teratasi. Pihaknya, menerjunkan dua mobil pemadam kebakaran (Damkar) dan satu unit mobil penyuplai. Itu merupakan standar penanganan kebakaran kawasan permukiman.

Baca juga:   Jangan Sampai Ketinggalan ! Ada Aksi Seni Budaya Hingga Sosialisasi Cukai di Road Show KPK Malam Ini..

‘’Karena ini rumah, kami membawa tiga armada sekaligus walau dalam kasus ini api dapat dipadamkan dengan satu unit mobil damkar saja,’’ ungkapnya yang meninjau langsung tempat kejadian perkara (TKP).

Sunardi menyebut terdapat satu ruang yang terbakar hebat. Yakni, satu kamar belakang. Pihaknya langsung menetralisir dengan merobohkan bagian atap. Ini penting lantaran sejumlah bagian kayu rapuh karena panas. Sunardi mengapresiasi peran masyarakat yang sigap dalam melapor. Ini penting agar kebakaran segera dapat ditangani.

‘’Antisipasi kebakaran merupakan tugas semua. Mari sama-sama mencegah dengan tidak melakukan hal-hal yang berpotensi menyebabkan kebakaran,’’ ajaknya.

Sebab, kebakaran di Kota Madiun paling banyak disebabkan lantaran keteledoran. Sunardi menghimbau masyarakat hati-hati dalam menggunakan sumber api. Di antaranya, memastikan peralatan listrik dalam kondisi aman. Tidak menggunakan colokan melebihi kapasitas. Selain itu, tidak meninggalkan sumber api yang masih menyala. Mulai kompor dapur atau sekedar membakar sampah.

‘’Tabung gas juga sering menyebabkan kebakaran. Harus dipastikan tidak ada kebocoran,’’ pesannya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Jaga terus kesehatan dengan rajin berolahraga. Jangan racuni tubuh dengan mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok. Bagi kalian yang merokok, jangan beli rokok illegal. Mulai rokok tanpa pita cukai alias polos, berpita cukai palsu atau berpita cukai tidak sesuai peruntukkannya. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dana cukai dikembalikan untuk masyarakat. So, jadi pembeli yang bijak ya.