Teknik menyembelih wajib benar agar kualitas daging terjaga. Mulai bagian yang disembelih hingga penanganan setelahnya. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Idul Adha berlangsung besok (22/8/2018). Seluruh umat Islam bakal melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Dagingnya, dibagikan kesejumlah masyarakat. Beberapa hal wajib diperhatikan agar daging hasil kurban berkualitas.

‘’Daging yang berkualitas adalah daging yang sehat dan tidak cepat bau,’’ kata Puryadi, pakar penyembelih hewan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Madiun, Selasa (21/8/2018).

Teknik menyembelih, kata dia, wajib benar agar kualitas daging terjaga. Mulai bagian yang disembelih hingga penanganan setelahnya. Puryadi menyebut bagian leher untuk hewan ukuran kambing baiknya tiga jari ke bawah dari jakun. Ini diharapkan tidak mengenai tulang leher. Sebaliknya, tepat mengenai urat nadi hewan.

‘’Daging hewan yang cepat busuk atau mengeluarkan bau biasanya karena proses keluarnya darah dalam daging tidak lancar. Putusnya urat nadi secara benar memperlancar proses keluarnya darah pada daging,’’ jelasnya sembari menyebut ukuran lima jari dari jakun untuk sapi.

Selain itu, hewan kurban harus dapat bergerak bebas setelah disembelih. Ikatan dan pegangan harus segera dilepas. Pergerakan hewan setelah disembelih juga mempercepat keluarnya darah. Sebaliknya, darah akan tersimpan dalam daging jika hewan tidak dapat bergerak bebas setelah penyembelihan. Kandungan darah dalam daging ini dimungkinkan mengandung bakteri dan lainnya. Tak heran, jika daging mudah busuk dan mengeluarkan bau.

Baca juga:   Tahap Pertama PPDB

‘’Prinsipnya darah harus keluar secara tuntas agar berkualitas. Daging yang masih menyimpan darah mengurangi kualitas. Dimasakpun akan terasa berbeda,’’ ujarnya.

Proses pengulitan juga harus segera. Caranya, dengan menempatkan bagian yang disembelih pada bawah. Ini merupakan penerapan teori benda cair yang mengalir dari tempat tinggi. Namun, bukan berarti selesai disembelih segera dikuliti. Hewan kurban harus diperlakukan sebagaimana mestinya. Pengulitan wajib menunggu hewan tersebut benar-benar sudah mati.

Puryadi menambahkan, proses awal sebelum penyembelihan juga mempengaruhi kualitas daging. Hewan tidak boleh stress. Caranya dengan tidak menyiksa hewan. Alat menyembelih tidak boleh diperlihatkan kepada hewan. Begitu juga dengan proses penyembelihan tidak boleh diperlihatkan hewan lain yang juga akan disembelih.

‘’Hewan yang disembelih dengan kondisi stress juga berdampak pada kualitas dagingnya. Ini sepele tapi sering diremehkan,’’ pungkasnya sembari menyebut pisau yang digunakan juga harus tajam. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.