Berbagai ide dia tuangkan dalam bentuk kostum. Mulai dari legenda, mitos-mitos asli Indonesia, hingga kostum bertema Pancasila. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Kemeriahan berbagai kegiatan karnaval tentu tak dapat dilepaskan dari keunikan kostum yang digunakan oleh pesertanya. Sebut saja Jember Fashion Carnaval, Banyuwangi Ethno Carnival, Solo Batik Carnival, dan Charismatic Night Carnival.

Dibalik megahnya kostum unik itu, sudah pasti ada andil seniman yang menuangkan ide untuk menghasilkan karya spektakuler. Dimas Putra Agung Mahardika, salah satunya.

Ya, pria yang menetap di Kota Madiun sejak 16 tahun silam itu memang menekuni seni costum carnival. Darah kreativitas itu dia dapatkan dari sang ayah. ‘’Sejak kecil memang sudah terbiasa dengan hal-hal seperti ini,’’ tuturnya saat ditemui di galeri OemahKunir Gong Production Art and Culture Design, Selasa (21/8).

Berbagai ide dia tuangkan dalam bentuk kostum. Mulai dari legenda, mitos-mitos asli Indonesia, hingga kostum bertema Pancasila. Dimas mengaku, ide karyanya didapat dari banyak jalan. Salah satunya, hasil diskusi dengan para pelaku seni di Kota Madiun.

Misalnya, kostum maskot Garuda dan Ganesha, ratu, hingga pahlawan seperti Retno Dumilah. ‘’Setiap daerah punya mitos masing-masing. Itu yang saya angkat,’’ ungkap pria kelahiran Malang, 30 April 1987 itu.

Bergerak di bidang costum carnival, otomatis membuat Dimas harus jeli memilih bahan yang tepat. Selama ini, dia banyak menggunakan bahan spon ati, styrofoam, dan bulu hias. Ditambah lagi manik-manik dan cat untuk mempercantik kostum.

Dalam setiap kreasinya, Dimas selalu berupaya membuat kostum yang megah, penuh warna, mewah, dan yang utama original. Tak jarang yang menghabiskan dana puluhan juta rupiah untuk satu proses produksi. Namun, harga sewa yang ditawarkan tak selalu dapat menutup biaya produksi itu.

Bagi sulung tiga bersaudara ini, kepuasan karya yang utama. Apalagi, jika banyak masyarakat yang menyukai karyanya. ‘’Kalau ada yang sampai meneteskan air mata atu merinding lihat kostum saya, itu yang membuat saya terkesan,’’ akunya.

Baca juga:   Tantangan Pamtas RI-PNG

Rekor kostum terberat yang pernah dibuat oleh Dimas mencapai 55 kilogram. Hingga saat ini, sebagian kostum masih disimpan rapi. Bahkan, ada yang usianya mencapai 12 tahun. Sisanya dimuseumkan atau dimusnahkan untuk menjaga orisinalitas.

Untuk piranti yang sangat khusus ini, Dimas tentu memiliki ritual perawatan yang tak mudah. Terutama, bulu hias. Agar menjaganya tetap awet perlu dilakukan penjemuran dua kali seminggu. Juga, disimpan dalam wadah plastik dan tidak boleh ditumpuk.

Para talent yang mengenakan kostum itupun bukan orang sembarangan. Untuk karnaval dengan tema tertentu, para model wajib dilatih militer selama 1 bulan penuh oleh instruktur dari 501. Itu untuk menjaga fisik mereka tetap bugar dan kuat mengenakan kostum berat selama parade.

Meski demikian, tak semua penyewa menggunakan jasa talent dari Dimas. Beberapa di antaranya menggunakan model sendiri. Misalnya sekolah tertentu. Bagi mereka, suami dari Mareta Sumantri ini selalu menitipkan pesan. ‘’Jangan lupa sarapan dan jangan sampai lemas saat karnaval,’’ ujarnya.

Tak hanya itu, bapak satu anak ini juga menyediakan minimal dua kru untuk setiap parade. Tujuannya, untuk menjaga properti kostum yang jatuh atau rusak. Terutama, bulu hias yang paling berpontensi untuk tercabut.

Berkarya sejak 1996, tentu sudah banyak yang menggunakan jasa Dimas dalam membuat kostum parade. Mulai dari carnival yang diselenggarakan beberapa daerah di Indonesia, agenda satuan militer, serah terima jabatan pejabat, dan sebagian acara pemerintah daerah.

Dimas pun berharap, jiwa-jiwa seni sudah mulai dimunculkan sejak dini. Khususnya di Kota Madiun. Para generasi muda diberikan kepercayaan untuk menuangkan ide dan kreativitasnya. Sehingga, kemampuan mereka semakin terasah. Selain itu, kebudayaan di Kota Madiun semakin berkembang. ‘’Apapun itu, buatan anak bangsa sendiri,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.