MADIUN – Kreativitas pemuda tanpa batas. Buktinya, berbagai inovasi mengemuka saat Lomba Cipta Inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) yang digelar Pemkot Madiun melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) setempat. Setidaknya, terdapat 34 inovasi menarik buah pemikiran pelajar dari tingkat SMP hingga mahasiswa dan umum dalam lomba, Kamis (23/8/2018). Kompetisi semakin menarik, lantaran pemenang berkesempatan unjuk gigi ketingkat nasional Oktober nanti.

‘’Ini merupakan kegiatan rutin dinas kami. Harapannya, dapat mewadahi sekaligus bentuk apresiasi akan kreativitas pemuda Kota Madiun,’’ kata Kepala Disnaker Kota Madiun Suyoto Harjo Wiyono.

Suyoto menyebut kegiatan lomba TTG baru kali kedua dilaksanakan Disnaker. Sebelumnya menjadi kegiatan Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM). Kreativitas pemuda kota pecel patut diacungi jempol. Jumlah peserta terus meningkat. Gelaran sebelumnya hanya diikuti sekitar 21 peserta. Inovasi yang ditampilkan juga bukan sembarangan. Menarik dan syarat manfaat tentunya. Inovasi yang masuk merupakan hasil seleksi dari puluhan proposal yang masuk.

‘’Peserta memang mengirim inovasi dalam bentuk proposal terlebih dahulu. Kami seleksi yang benar-benar menarik dan bermanfaat,’’ ungkapnya.

Pihaknya membagi peserta dalam kategori. Yakni, Kategori SMP, SMA-SMK, dan kategori mahasiswa-umum. Kategori SMP terdapat inovasi kincir angin-listrik dan kunci serbaguna. Kategori SMA-SMK terdapat inovasi sistem instalasi listrik by uninterruptible power supply, pompa air penyelamat limbah cair, mesin untir-untir, alat pembuat begel atau kolong cor, bio baterai limbah buah berbasis sel volta, power helmet charger, dan evo x-1.

Baca juga:   Bahagianya Siswa TK Selamatkan Diri Saat Gempa

‘’Terbanyak memang dari mahasiswa. Pemenang akan dipilih dari masing-masing kategori. Tetapi hanya satu terbaik yang ke nasional,’’ ungkapnya.

Kategori mahasiswa-umum terdapat sejumlah inovasi menarik. Di antaranya, inkubator penetas telur, R&B Smart Security, alat penjemur dan pengering pakaian otomatis, biofilter penekan polusi udara, pengharum ruang dan sandal daur ulang pelepah pisang, pemanfaatan limbah air ac, monitoring kualitas udara berbasis webserver, alat pendeteksi kadar borak, sensor pendeteksi barang pada conveyor, eagle eye for mapping, smartplug for smart energy saving, kendali terminal listrik berbasis android, pembuka gerbang otomatis, robot finoid untuk monitoring kualitas air kolam, sistem kendali robot pendeteksi ranjau, arduino smart trash, overheating transformator protection, PLTS sebagai solusi energi baru, penjadwal kunci otomatis berbasis android, alat monitoring dan pendeteksi banjir berbasis android, siris hybrid, alat penerjemah bahas isyarat dan suara bagi tuna rungu berbasis android, alat bantu belajar braille, dan monitoring pendeteksi jantung bebrasis PC. Sedang, peserta umum menyuguhkan alat portable charger.

‘’Semua inovasi tidak hanya menarik dan kaya manfaat. Tetapi juga menyesuaikan zaman atau istilah sekarangnya kekinian. Ini bukti Pelajar Kota Madiun memiliki kreativitas tinggi dan melek informasi,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.