Berikut Pemenang Lomba TTG 2018 (dok - madiuntoday)

MADIUN – Lomba cipta inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) Kota Madiun usai digelar, Kamis (24/8/2018). Puluhan inovasi menarik buah pemikiran pemuda-pemuda kota pecel mengemuka. Seperti alat monitoring kondisi jantung berbasis personal computer (PC) guna pendeteksian dini penyakit jantung untuk kemandirian warga Madiun (Montor Kijang) yang berhasil menjadi juara pertama kategori mahasiswa dan umum dalam lomba TTG yang digelar Pemkot Madiun melalui Disnaker tersebut.

Alat pendeteksi jantung ala mahasiswa Politeknik Negeri Madiun (PNM) tersebut cukup unik. Berbahan sederhana namun memberikan manfaat yang besar. Alat ini dapat mendeteksi kinerja jantung melalui sensor elektroda. Sinyal lantas dikirm ke aplikasi dalam komputer. Grafik dan angka muncul.

‘’Prinsip kerjanya sama dengan alat pendeteksi jantung yang dimiliki rumah sakit. Tapi ini lebih simpel dan dapat digunakan di rumah,’’ kata Youlanda Fahmyantoro salah seorang penggagas.

Sensor elektroda dipasang di lengan kanan, kiri, juga kaki sebelah kanan. Dipasang tepat diatas urat nadi. Tentu agar dapat membaca detak jantung. Sinyal ini dikirim melalui alat khusus yang terhubung ke PC. Youlanda menyebut detak jantung direkam setiap sepuluh detik sebanyak tiga kali. Dilakukan tiga kali sebagai pembanding. Alat tidak hanya merekam detak jantung. Namun, dapat membaca penyakit yang mungkin menjakiti.

Klik untuk memperbesar.

‘’Detak jantung normal manusia berkisar 60-100 kali permenit. Kalau dibawahnya dimungkinkan menderita bradikardia atau jantung lemah. Di atas 100 berarti tachycardia. Ini bisa menjadi dasar langkah tindakan kesehatan selanjutnya,’’ imbuhnya sembari menyebut mempersiapkan inovasi sejak empat bulan lalu bersama Dea Africo Santosa.

Baca juga:   Ragam Cara Pemkot Bantu Warga Kurang Mampu

Kepala Disnaker Kota Madiun Suyoto Harjo Wiyono menyebut lomba merupakan agenda rutin dinasnya. Kompetisi tidak hanya sampai di sini. Satu inovasi terbaik berhak turut dalam gelaran inovasi tingkat nasional Oktober nanti. Namun, pihaknya belum dapat menentukan inovasi yang akan dikirim. Sebab, inovasi terbaik setiap kategori cukup berpeluang.

Selain Youlanda dan Africo terdapat sejumlah inovasi unik yang menarik perhatian dewan juri. Berikut daftar pemenang lomba cipta inovasi TTG 2018.

Kategori SMP
Juara 1
Kincir Angin Listrik
Karya: Gracia Maharani dan Nur Fuad Rizaqi (SMPN 8)
Nilai: 74,55

Juara 2
Kunci Serbaguna
Karya: Dewi Sintya Sari dan Mahardika (SMPN 13)
Nilai: 67,6

Kategori SMA/SMK
Juara 1
Sistem Instalasi Listrik
Karya: Nimas Safira Widhiasti dan Difa Inggrayuwana (SMAN 2)
Nilai: 76,10

Juara 2
Mesin Untir-untir
Karya: Rafi Rasyfillah dan Omega Sindy FA (SMKN 3)
Nilai: 73,25

Juara 3
Evo X-1
Karya: Samuel Elida dan Jhonny R (SMAN 4)
Nilai: 73,1

Kategori Mahasiswa dan Umum
Juara 1
Montor Kijang
Karya: Dea Africo Santosa dan Youlinda F (PNM)
Nilai: 84

Juara 2
Robot Finoid untuk sistem monitoring kualitas air kolam ikan dan controlling robot dengan aplikasi berbasis android
Karya: Almira Nindya Rafiah dan Septian Anugerag Peaditama (PNM)
Nilai: 83,62

Juara 3
Siris Hybird
Karya: Wahyu Setiawan dan Arza Tony Noor Alzar (PNM)
Nilai: 82,88

 

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat. (PNM/agi/madiuntoday)