Tuan rumah sempat mendapat peluang emas di menit akhir sebelum turun minum andai sentuhan Wendyk Setyo yang tinggal berhadapan dengan mistar gawang tak melebar. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Madiun Putra Football Club (MPFC) tampaknya butuh keajaiban untuk lolos ke babak 32 besar Liga 3 Indonesia. Itu setelah hasil buruk beberapa pertandingan terakhir. MPFC kembali menelan kekalahan saat menjamu Persik Kediri, Sabtu (25/8/2018). Anak asuh Wahyudi dicukur dua gol tanpa balas dari tim tamu. Hasil ini kian mempersulit langkah blue force untuk melaju ke babak selanjutnya.

“Peluang masih ada tetapi sudah semakin kecil. Kami harus meraup poin penuh di empat laga sisa,” kata Wahyudi, pelatih MPFC.

Tim besutannya masih tertahan di posisi empat klasemen grup lima dengan torehan empat poin. Slamet Hermoko hanya berjarak tiga angka dari Persipon Pontianak yang menjadi juru kunci. Sedang, tujuh poin memisahkan dengan Persik Kediri, sang pemuncak klasemen.
Poin penuh wajib diraih saat melawat ke Pontianak minggu depan untuk menjaga asa lolos ke fase selanjutnya. Paling tidak, menjaga dari jurang degradasi.

“Harus tetap optimis kendati peluang nyaris tertutup. Tidak ada yang tidak mungkin dalam sepak bola,” tegasnya.

Baca juga:   Dibentuk Sehari Sebelum Kompetisi, PS Pemkot Berhasil Ukir Prestasi

Sementara itu, tambahan tiga poin membuat Persik semakin kokoh di Puncak klasemen dengan raihan 11 poin. Alfian, Pelatih Persik, mengaku puas dengan permainan anak asuhnya kala bermain di Stadion Wilis. Galih Akbar dkk unggul cepat melalui kaki Septian Satria di menit dua. Gol ini cukup mengagetkan kubu tuan rumah. Benar saja, permainan MPFC kocar-kacir. Septian kembali mencatatkan namanya di papan skor sepuluh menit kemudian.

Tuan rumah sempat mendapat peluang emas di menit akhir sebelum turun minum andai sentuhan Wendyk Setyo yang tinggal berhadapan dengan mistar gawang tak melebar. Tidak ada gol tercipta hingga sang pengadil meniup peluit panjang.

“Tentu puas dengan raihan poin penuh dari tuan rumah. Apalagi banyak pemain kami yang tengah dalam kondisi kurang fit,” ujarnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Jangan lupa untuk selalu menjaga kesehatan dengan tidak mengkonsumsi narkoba, miras, dan rokok ilegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai aturan berarti turut berkontribusi pada negara dan masyarakat.