Atribut kerajaan tampak lengkap. Bukan hanya pakaian pesertanya. Mereka juga menunggangi kuda sebagai kendaraan khas kerajaan. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Gelaran Karnaval Kemerdekaan 2018 Kota Madiun usai digelar, Rabu (29/8) kemarin. 46 peserta berpacu memberikan yang terbaik dalam karnaval rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-73 Kemerdekaan RI tersebut. Apalagi, gelaran dilombakan. Hadiah total puluhan juta rupiah menanti untuk empat peserta yang dinilai terbaik.

Juara pertama gelaran Karrnaval Kemerdekaan kali ini menjadi milik PT Inka Madiun. Tampil dengan tema Kerajan Majapahit, PT Inka berhasil menarik perhatian juri. Mereka mengemas total 2.871 poin. Perusahaan kereta api terbesar se-Asia Tenggara itu tampil total. Atribut kerajaan tampak lengkap. Bukan hanya pakaian pesertanya. Mereka juga menunggangi kuda sebagai kendaraan khas kerajaan. Kereta kencana yang ditampilkan juga tampak megah. Tidak hanya itu, mereka juga tampil dengan berbagai kesenian. Yakni, jaranan senterewe dan jaran dhor. Tujuannya jelas, melestarikan budaya bangsa. Kemenangan ini sekaligus kado manis ulang tahun PT Inka yang jatuh pada Agustus ini.

Urutan kedua diraih peserta dari RSUD Kota Madiun dengan tema Kerajaan Majapahit. Peserta nomor urut dua ini berhasil mengemas 2.812 poin. Tokoh-tokoh utama salah satu kerajaan besar di tanah Jawa itu diperankan apik pejabat RSUD. Mulai Patih Gajah Mada, Hayam Wuruk, dan Putri Tri Buana Tungga Dewi yang diperankan langsung ibu direktur rumah sakit plat merah tersebut. Menariknya, keseluruhan peserta dari tim RSUD Kota Madiun merupakan sebagian karyawan, perawat, bidan, dan dokter.

Posisi ketiga ditempati Bank Jatim dengan mengusuh tokoh Patih Gajah Mada. Tampilan apik Bank Jatim mampu meraup 2.790 poin. Patih terkenal dari Kerajaan Majapahit itu diperankan total karyawan Bank Jatim. Berbagai tarian juga mengemuka. Tidak hanya mengusung tema kerajaan, atribut kemerdekaan juga kental dibawakan peserta nomor urut 38 ini. Ketepatan waktu tampil juga menjadi nilai tersendiri bagi Bank Jatim.

Baca juga:   Melintas di Kota Madiun, Pejabat Negara Disuguhi Unjuk Rasa dan Hadangan Bersenjata

Yayasan Taruni Bakti St Bernardus berhasil menempati posisi keempat atau harapan I. Mengusung tema Kerajaan Buleleng dengan tokoh utama Patih I Gusti Ketut Jelantik. Kisah patih yang gigih dan berani melawan kedatangan bangsa Belanda tersebut dikemas apik dalam treatikal yang diperankan pelajar St Bernardus. I Gusti Ketut Jelantik juga mendapat gelar pahlawan nasional dari pemerintah atas kegigihannya tersebut. Suguhan apik ini berhasil mencuri perhatian dewan juri. Mereka berhasil mengemas 2.702 poin.

Kabag Umum Kota Madiun Wahyudi menyebut ada beberapa kriteria penilaian. Di antaranya, kemiripan tokoh yang ditampilkan, kesesuain tema, kelengkapan atribut, kerapian, kekompakan, kesopanan, dan ide cerita, serta atraksi. Ide cerita tidak boleh keluar dari tokoh pejuang nusantara, tokoh kerajaan nusantara atau pewayangan, dan tokoh sejarah nusantara. Ketepatan waktu tampil juga menjadi kriteria penilaian tersendiri.

‘’Peserta bebas mengkreasikan tokoh yang diusung. Tetapi tetap harus sesuai tema. Empat peserta ini dinilai juri paling total dari semua segi penilaian,’’ ujarnya.

Peserta berhak mendapat hadiah uang pembinaan sebesar Rp 10 juta untuk juara pertama, Rp 7,5 juta juara kedua, Rp 5 juta juara ketiga, dan Rp 2,5 juta untuk harapan pertama. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

Share and Enjoy !

Shares