Kepala Dinas Perdagangan Gaguk Hariyono sedang melakukan sidak pasar. (dhevit - madiuntoday)

MADIUN – Fenomena melemahnya nilai tukar rupiah terhadap Dolar Amerika turut menimbulkan kecemasan bagi sebagian masyarakat. Pasalnya, mereka khawatir harga kebutuhan bahan pokok mengalami lonjakan. Sehingga, kemampuan untuk membeli pun menurun.

Kepala Dinas Perdagangan Gaguk Hariyono menuturkan, melemahnya rupiah disebabkan oleh faktor ekternal dari luar negeri yang berpengaruh ke Indonesia. Dengan demikian, kondisi tersebut tak dapat dihindari oleh Negara manapun.

Namun, bukan berarti tidak ada sesuatu yang dapat dilakukan untuk mengantisipasi dampak dari kondisi tersebut. Terutama bagi Dinas Perdagangan, mereka semakin meningkatkan kewaspadaan terhadap harga kebutuhan bahan-bahan pokok. ‘’Terutama komoditas tertentu yang bahan bakunya impor,’’ tuturnya, Rabu (12/9).

Saat ini, lanjut Gaguk, kondisi di pasaran masih normal. Bahkan, sebagian bahan-bahan makanan mengalami penurunan. Misalnya, daging ayam yang saat ini stabil di harga Rp 29 ribu – 30 ribu. Begitu pula dengan beras, cabai, dan bawang merah – bawang putih yang masih stabil.

Menurut Gaguk, stabilnya harga-harga saat ini dikarenakan banyak komiditi yang sedang panen. Dengan ketersediaan stok yang cukup, maka harga di pasaran pun tidak mengalami lonjakan yang signifikan.

Baca juga:   Luapan Kebahagiaan Peserta Nikah Massal

Hal itupun juga didukung dengan ketersediaan barang di Bulog. Berdasarkan laporan Bulog di wilayah Madiun, stok beras medium mereka masih 3 ribu ton. Selain itu, beras premium 5 ribu ton, gula 14 ribu ton, gabah komersial 1.000 ton, minyak 5.000 liter, dan tepung terigu 21 ribu ton. Sehingga, cukup untuk memenuhi kebutuhan operasi pasar hingga akhir tahun.

Meski demikian, Dinas Perdagangan tetap melakukan langkah-langkah antisipasi sejak sekarang. Salah satunya, dengan terus memantau stok yang ada di pasaran. Juga, berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan kegiatan yang bertujuan menstabilkan harga di pasaran. ‘’Harapannya, sampai Desember nanti masih terkondisi dengan baik,’’ tandasnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.