Lampaui Passing Grade Saja Belum Cukup

Di Posting Oleh madiuntoday

21 September 2018

MADIUN – Pendaftaran calon pegawai negeri sipil (CPNS) mundur dari jadwal. Ini tentu tidak perlu disikapi berlebih. Sebaliknya, calon pelamar dapat lebih bersiap sembari menunggu waktu pendaftaran dibuka. Salah satunya, memahami aturan main semua tahapan agar maksimal. Mulai persyaratan administrasi hingga saat seleksi.

‘’Secara keseluruhan syarat dan ketentuan relatif sama. Tetapi pastinya ada perbedaan tertentu yang disyaratkan daerah. Makanya perlu memahami secara keseluruhan terlebih dahulu. Terutama aturan main di daerah yang diinginkan,’’ kata Kabid Formasi dan Pengembangan Adminitrasi Karir Pegawai Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Madiun Joedhi Riandono, Jumat (21/9/2018).

Joedhi tunjuk bukti batas minimal indek prestasi kumulatif (IPK) yang ditetapkan setiap daerah bisa saja berbeda. Kota Madiun menetapkan batas minimal 3.00 dengan skala 4.00. Ini dimaksudkan agar mendapatkan abdi negara yang benar-benar mumpuni. Pemkot Madiun juga mensyaratkan pegawai yang lolos tidak mengajukan pindah minimal sepuluh tahun sejak pengangkatan. Joedhi juga menyarankan untuk mengikuti setiap ketentuan sesuai dengan yang disyaratkan daerah yang dituju. Artinya, tidak perlu membandingkan dengan syarat daerah lain. Sebab, setiap pemerintah daerah melalui Kadan Kepegawaian Daerah (BKD) diberikan wewenang sebagai verifikator berkas administrasi.

‘’Semua tahapan memang diatur pusat. Pemerintah daerah hanya dilibatkan dalam verifikasi administrasi. Setiap berkas yang masuk kami yang memeriksa. Apakah memenuhi syarat atau sebaliknya,’’ ujarnya sembari menyebut mereka yang memenuhi syarat bakal diteruskan ke panitia seleksi nasional (panselnas).

Joedhi menambahkan calon peserta dihimbau tidak sekedar coba-coba. Setiap tahapan yang dirasa kurang jelas baiknya segera ditanyakan. Contoh sederhana terkait klasifikasi pendidikan. Formasi yang sama bisa saja memiliki klasifikasi pendidikan yang beda. Misalnya, di Kota Madiun yang membuka formasi humas dengan klasifikasi pendidikan D-3 Ilmu Komunikasi atau Hubungan Masyarakat. Sedang, di sejumlah daerah lain formasi ini mensyaratkan klasifikasi pendidikan S-1. Calon peserta dihimbau melamar sesuai klasifikasi yang dimiliki.

‘’Jangan karena merasa S-1 lebih tinggi kemudian melamar di formasi D-3. Kami tidak menjamin apakah bakal lolos administrasi,’’ tegasnya.

Ini penting lantaran berkaitan dengan jabatan yang akan diisi setelah lolos nanti. Mereka dengan klasifikasi pendidikan D-3 akan berstatus pranata terampil. Sedang, S-1 akan berstatus ahli pertama. Apalagi, kasus-kasus serupa pernah terjadi sebelumnya. Calon pelamar dengan klasifikasi pendidikan D-3 akuntansi gagal lolos karena memilih formasi dengan klasifikasi pendidikan D-3 manajemen. Masalah warna background foto yang diunggah juga pernah menjadi penghambat gagalnya seseorang.

‘’Klasifikasi pendidikan merupakan syarat cukup vital. Bahkan, ada yang gagal karena masalah sepele seperti warna belakang pas foto tidak sesuai dengan yang disyaratkan. Saran kami jangan hanya berdasar coba-coba,’’ ungkapnya.

Tes Seleksi

Peserta wajib mengikuti serangkaian tes setelah dinyatakan lolos administrasi. Ada dua tes yang dilalui. Yakni, seleksi kompetensi dasar (SKD) dan seleksi kompetensi bidang (SKB). Peserta dihadapkan dengan SKD terlebih dahulu. Terdapat tiga materi dengan jumlah soal 100. Pun, terdapat batasan alias passing grade tertentu yang harus dilampaui peserta jalur umum. Yakni, 143 untuk tes karakteristik pribadi (TKP), 80 untuk tes intelegensia umum (TIU), dan 75 untuk tes wawasan kebangsaan (TWB). Sedang, jalur cumlaude memiliki batasan tersendiri dengan jumlah lebih tinggi tentunya.

Namun, tugas peserta tidak hanya melampaui batasan tersebut. Sebab, itu belum dapat meloloskan peserta ke tahapan selanjutnya. Mereka yang berhak lolos hanya tiga kali formasi yang dibuka. Artinya, hanya tiga peserta teratas untuk formasi dengan jumlah satu. Peserta wajib meminimalkan kesalahan saat tes. Peserta bakal dirangking dari yang terbanyak menjawab dengan benar. Mereka yang lolos ini berhak mengikuti tes SKB. Hasil dari kedua nilai bakal dirata-rata untuk menentukan mereka yang akhirnya diterima. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

Artikel Terkait

Walikota Ikut Serta Kegiatan Penyemprotan Desinfektan Bersama Warga

Walikota Ikut Serta Kegiatan Penyemprotan Desinfektan Bersama Warga

MADIUN – Kepedulian terus ditunjukkan oleh warga dalam hal penanganan Covid-19 di Kota Madiun. Seperti tampak pada kegiatan RW 6 Kelurahan Tawangrejo, Minggu (5/4). Warga melaksanakan kerja bakti untuk menyemprot lingkungan sekitar dengan desinfektan. Kegiatan itupun...

Don`t copy text!