MADIUN – Secangkir wedang kopi dan rokok adalah dua hal yang sulit terpisahkan. Tak jarang penikmat rokok juga mengonsumsi kopi di waktu yang bersamaan. Keduanya berbaur dan menciptakan rasa yang khas.

Nikmatnya perpaduan antara rokok dan kopi inipun dimanfaatkan dua sahabat, Kurniawan Dwi Jatmoko dan Johan, untuk menciptakan suatu karya. Yakni, once atau pipa rokok. Tapi, berbahan dasar serbuk kopi.

Nah, untuk karya ini Johanlah yang memiliki ide pertama kali. Dia terinspirasi dari seorang teman yang membuat pipa rokok dari serbuk kayu. ‘’Waktu melihat itu, saya kepikiran. Kenapa nggak bikin dari kopi saja,’’ ungkapnya.

Setelah itu, Johan pun memulai percobaan. Serbuk kopi dicampur dengan lem kayu. Kemudian, dikeringkan. Setelah kering, baru dikreasi sesuai bentuk yang diinginkan.

Menurut Johan, pipa rokok dengan bahan dasar serbuk kopi memiliki keunggulan tersendiri. Yakni, dapat mengurangi warna kehitaman pada bibir. Selain itu juga bebas nikotin. ‘’Saat menyedot rokok, nikotin akan tertinggal di dalam pipa,’’ terangnya.

Cara membersihkannya pun lebih mudah. Once dicelupkan pada air hangat selama lima menit. Kemudian, ditiup saja hingga nikotin yang mengendap itu keluar. ‘’Kalau once dengan bahan lainnya lebih sulit dibersihkan,’’ imbuhnya.

Menurut Johan, tak butuh waktu lama untuk membuat once. Dalam satu hari, dia bisa menyelesaikan satu paket pipa rokok yang isinya 10 unit. Proses pencampuran serbuk kopi dan lem kayu dilakukan pagi hari. Setelah itu, dijemur selama lima jam. Kemudian, dibentuk sesuai model yang diinginkan.

Baca juga:   Jelang Idul Adha, Disperta Gelar Pelatihan Menyembelih Hewan Kurban

Hingga saat ini, berbagai model once telah diciptakan oleh Johan. Mulai dari yang polos, hingga bermotif seperti naga dan batik. Konsumen juga bisa meminta bentuk sesuai keinginannya. Harga yang dibanderol untuk satu once berkisar Rp 25 ribu – 35 ribu. Tergantung tingkat kesulitan dalam pembuatannya.

Sementara itu, proses pemasaran dilakukan oleh Kurniawan. Warga Jalan Wiryokusumo Kelurahan Kejuron Kecamatan Taman Kota Madiun ini mempromosikan produk once kopi dari mulut ke mulut dan melalui media sosial. ‘’Ada Facebook, Instagram, dan nomor WA (Whatsapp, red) yang bisa dihubungi,’’ ujar pria yang akrab disapa Wawan itu.

Meski pembuatannya masih manual, pipa rokok kopi ini cukup digemari. Pembelinya tak hanya dari masyarakat Madiun saja, tetapi juga area Jawa Timur dan Bali. Johan dan Wawan pun mengemas produknya dengan mika agar lebih menarik. Namun, untuk pengiriman ke luar kota, mereka melakukan pengemasan dengan lebih baik agar tidak rusak.

Ke depan, Johan dan Wawan terus berupaya mengembangkan produknya agar lebih baik lagi. Mereka berharap, pipa rokok kopi dapat semakin dikenal oleh masyarakat dan menjadi produk unggulan dari Kota Madiun. ‘’Inginnya punya mesin agar proses produksi bisa lebih cepat dan lebih banyak,’’ harapnya. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018