Perwakilan perguran Pro patria (kanan) bersama beberapa perguran lainya di puncak hargo dumilah, (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Pencak Silat di Kota Madiun bukan hanya beraliran Setia Hati (SH). Ada juga yang beraliran kungfu. Berpusat di sisi timur Kota Madiun, Ikatan Keluarga Silat (IKS) Pro Patria tumbuh dan berkembang. Perguruan yang mengambil dasar kungfu shaolin negeri Cina ini cukup memikat hati masyarakat tanah air. Sebab, pendekar Pro Patria juga tersebar di sejumlah daerah. Mulai Jogja, Solo, Jakarta, Bali, dan Kalimantan Timur. Bahkan, salah seorang anggotanya sempat membuka latihan di Australia.

Keberadaan IKS Pro Patria menarik untuk diulas. Apalagi, berpusat di Madiun dan berkembang di Nusantara. Perguruan ini berdiri 1971 di Kota Madiun. Tepatnya, di Jalan Trunojoyo nomor 10. Pendirinya bernama Victor Lie Kuang Hwa atau akrab disapa Koh Hwa. Seorang keturunan Cina yang lahir di Pamekasan Madura, 10 Mei 1938. Ilmu kungfu yang didapatnya berasal dari turun temurun warisan keluarga. Sang ayah mengajarinya langsung sejak Koh Wa berusia 12 tahun. Ayah Koh Wa bernama Lie Gun Yin, seorang pendekar kungfu aliran shaolin.

Lie Gun Yin adalah putra dari Lie Chen Ciao alias Lai Yun Chiu, salah seorang dari sepuluh Harimau Kwantung/Kanton. Kakek Koh Wa ini seangkatan dengan Wong Kei Ying yang tak lain ayah Wong Fei Hung.

Berdirinya Pro Patria tak terlepas dari kisah keprihatinan Koh Wa melihat kaum lemah yang sering tertindas. Dia melihat seseorang yang tak berdaya dikeroyok beberapa pemabuk di tengah keramaian kota. Hatinya tergerak menolong. Jurus yang dipelajarinya mengemuka. Kejadian itu sontak mengundang perhatian masyarakat. Bebebarapa di antaranya mengutarakan diri untuk belajar. Koh Hwa mulai mengajar kungfu mulai 1963 di tempat tinggalnya Jalan Trunojoyo tersebut. Kala itu belum ada nama yang jelas. Sejumlah murid setianya mendesak agar perguruan diberi nama pasti pada awal 1971. Nama Ikatan Keluarga Kuntauw Pro Patria akhirnya resmi dipakai 28 Oktober 1971.

‘’Pro artinya setuju atau mendukung. Sedang, Patria adalah negara. Dalam pengertian luasnya dapat diartikan untuk negara atau tanah air,’’ kata Ketua Umum IKS Pro Patria Didik Supriyadi.

Negara yang dimaksud adalah Indonesia. Koh Wa memang seorang yang nasionalis kendati warga keturunan. Nama perguruan Pro Patria terus berkembang sejak saat itu. Berbagai upaya dilakukan. IKS Pro Patria secara resmi tercatat di pemerintah daerah dibawah bidang pemuda dan olahraga setahun setelahnya. Selain itu juga diusakahan dapat bergabung dengan salah satu induk organisasi bela diri di tanah air. Didik menyebut sempat terjadi permasalahan kala itu. Sebab, belum ada wadah persatuan bela diri asal Cina pada waktu itu. Seperti Persatuan Wushu Indonesia pada era sekarang.

‘’Pro Patria akhirnya bergabung dengan IPSI (Ikatan Pencak Silat Indonesia) cabang Madiun pada 1975. Ini karena warna bela diri Pro Patria dinilai mirip dengan pencak silat,’’ jelasnya ketua umum sejak 2012 itu.

Baca juga:   Fulgentius Dio, Lettu Penerbang Termuda Saat Akrobatik Udara Rangkaian Serah Terima

Namun, nama Kuntauw harus diubah menjadi silat sebagai konsekuensinya. Ikatan Keluarga Silat Pro Patria resmi menjadi nama perguruan setelah bergabung dengan IPSI pada 11 Juni 1975. Perguran kian berkembang tahun-tahun berikutnya. Tempat-tempat latihan baru dibuka. Salah satunya, di daerah Manisrejo pada 1980. Dirinya dipercaya untuk melatih di sana. Beberapa anak didik lain juga membuka latihan di Jogja, Solo, Jakarta dan sejumlah tempat lain. Bahkan, ada anak didik yang mengenyam pendidikan di Australia dan membuka latihan di sana. Sayang, latihan terhenti setelah pulang ke tanah air.

‘’Di awal membuka latihan sekitar tahun 60-an itu hanya ada lima orang murid. Tetapi terus berkembang hingga sekarang,’’ ujarnya sembari menyebut selalu berpegang pada falsafah RNg. Ronggowarsito. Yakni, Sabar, tawakal, eling, narimo, lan waspada.

Ilmu silat Pro Patria terbagi dalam dua golongan. Yakni, Nui Kung dan Way Kung. Nui Kung adalah ilmu silat yang menggunakan 10 persen tenaga dan 90 persen kelembutan. Sebaliknya, Way Kung adalah ilmu silat yang menggunakan kekerasan. Namun, hal tersebut tidak mutlak. Sebab, tetap menginduk pada ilmu kelembutan. Pada Way Kung terdapat 70 persen kekerasan dan 30 persen kelembutan. Dalam artian, Nui Kung memiliki tingkatan lebih tinggi. Sebab, merupakan penghalusan atau penyempurnaan dari Way Kung.

Jurus Kungfu Pro Patria

Didik menyebut warna jurus utama Pro Patria adalah harimau. Tak heran, jika hewan ini diabadikan dalam lambang perguruan. Namun, juga dipelajari berbagai warna jurus berbagai binatang. Jurus Harimau (Hu) menekankan kekuatan pukulan dan tendangan. Namun, dapat menghindar sambil menyerang ke seluruh tubuh lawan. Jurus Kera (Hou ce’) menekankan kelincahan gerak, penggunaan akal dalam kondisi apapun, dan bisa menjatuhkan lawan menggunakan kekuatan lawan. Jurus Macan Tutul (Pa) tidak terlalu mengutamakan kekokohan fisik tapi kegesitan, pukulan dan tendangan mengarah ke tubuh lawan dengan lebih spesifik. Jurus Naga (Lung) lebih banyak menggeliat dan mematuk dengan kuat serta menonjolkan sifat kejantanan. Jurus Ular (Coa) mengutamakan olah pernapasan. Walau awalnya tampak lemah begitu mendapat sasaran tepat akan berakibat fatal. Jurus ini juga lebih banyak menampilkan kelenturan. Jurus Bangau (Hoo) mengutamakan ketenangan dan kewaspadaan. Seperti halnya jurus ular, gerak tampak lamban tapi pada saat yang tepat serangan dapat dilakukan dengan cepat dan tiba-tiba. Terdapat pula Jurus Belalang (Thang lang) yang mengandalkan kegesitan, gerak tangan dan kaki yang serempak, dan kuda-kuda yang kokoh.

‘’Kami juga mempelajari jurus pencak IPSI sebagai kolaborasi dengan pencak silat tanah air. Ini penting saat pertandingan-pertandingan IPSI,’’ pungkasnya sembari menyebut lama latihan bisa mencapai enam tahun hanya untuk ke sabuk biru.

Artikel ini diolah dari wawancara langsung ketua umum IKS Pro Patria dan website tommyandjar.wordpress.com, salah seorang murid Pro Patria. (ws hendro/agi/madiuntoday).

Selalu jaga kesehatan dan jauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018