Regenerasi anggota muda merpati putih berjalan dinamis dan berfokus pada prestasi

MADIUN – Pencak Silat yang bernaung di Kota Madiun datang dari beragam daerah. Salah satunya, Perguruan Pencak Silat (PPS) Beladiri Tangan Kosong (Betako) Merpati Putih (MP). Berpusat di Jogjakarta, Kota Madiun dipilih sebagai cabang pertamanya. Perguruan ini lantas menyebar ke seantero nusantara hingga dunia. MP tercatat memiliki cabang di Amerika Serikat, Belanda, dan Jepang. Anggotanya, jangan ditanya. Mencapai jutaan.

Keberadaan MP ini menarik untuk diulas. Apalagi, Kota Madiun dipilih sebagai cabang pertamanya. Perguruan bela diri keluarga Keraton Jogjakarta ini memang tidak pernah keluar dari lingkup keraton pada awalnya. Padahal, ilmu bela diri ini sudah ada sejak era Prabu Mangkurat yang lantas diturunkan kepada BPH Adiwidjojo atau Grat I. Kemudian turun ke PH Singosari sebagai Grat II dan R Ay Djojoredjoso sebagai Grat III. Djojoredjoso memiliki tiga putra. Yakni, Gagak Seto, Gagak Samudro, dan Gagak Handoko.

‘’Ilmu yang diberikan kepada ketiga penerus ini berbeda-beda. Gagak Samudro diwariskan ilmu pengobatan, Gagak Seto diwariskan ilmu sastra, dan Gagak Samudro diwariskan ilmu bela diri. Ilmu bela diri dari Gagak Samudro sebagai Grat IV ini yang kemudian menjadi cikal bakal Merpati Putih,’’ kata Ketua Pengurus Daerah Jatim Syaiful Anwar.

Dari Gagak Samudro ini ilmu terus turun temurun hingga ke Saring Hadi Poernomo sebagai Grat ke-X. Saring Hadi memiliki dua anak. Yakni, Poerwoto Hadi Poernomo dan Budi Santoso Hadi Poernomo sebagai Grat ke-XI. Pada awalnya ilmu beladiri pencak silat ini hanya khusus diajarkan kepada Komando Pasukan Khusus ditiap kesatuan ABRI dan Polisi serta Pasukan Pengawalan Kepresidenan (Paspampres).

Merpati Putih menjadi beladiri wajib bagi anggota para raider 501 bajrayudha Madiun.

Masuknya ilmu bela diri Karate dari Jepang ke tanah air membuat kekhawatiran tersendiri sekitar 1962. Banyak pemuda yang belajar karate. Kegelisahan itu dirasakan Saring Hadi Poernomo sebagai ketua saat itu. Perguruan Merpati Putih akhirnya dibuka untuk umum pada 2 April 1963 di Jogyakarta.

‘’Tujuannya tidak lebih agar warisan leluhur ini tetap eksis. Jangan sampai tergerus dengan budaya asing,’’ ujarnya.

Perguruan terus berkembang setelahnya. Kota Madiun dipilih menjadi cabang kali pertama pada 1967. Latihan berada di Jalan Agus Salim kala itu. Merpati Putih terus berkembang hingga memiliki kurang lebih ratusan cabang dalam negeri dan empat cabang luar negeri. Poerwoto Hadi Poernomo (Mas Poeng) dan Budi Santoso Hadi Poernomo (Mas Budi) sebagai generasi kesebelas merupakan guru besar terakhir.

Syaiful Anwar, Ketua Pengurus Merpati Putih Daerah Jawa Timur

Merpati Putih memiliki dua belas tingkatan. Tingkat Dasar I merupakan tingkat kali pertama. Kendati masuk dalam tingkatan, peserta tingkat ini masih berstatus calon anggota. Pun, belum menggunakan seragam. Biasanya menggunakan kaus dan celana training. Namun, sudah mengenakan sabuk putih polos.

‘’Peserta baru dianggap anggota setelah naik ke Tingkat Dasar II. Tingkat ini sudah diperkenankan menggunakan seragam dengan lambang IPSI dan perguruan serta bersabuk merah polos,’’ ungkapnya sembari menyebut lama pelatihan sekitar enam bulan.
Sembilan tingkatan lain di antaranya, Tingkat Balik I, Tingkat Balik II, Tingkat Kombinasi I, Tingkat Kombinasi II, Tingkat Khusus I (khusus tangan), Tingkat Khusus II (khusus) kaki, Tingkat Khusus III (khusus badan), Tingkat Kesegaran, Tingkat Inti I, dan Tingkat Inti II. Syaiful menyebut Merpati Putih tidak hanya soal beladiri. Namun, juga ada ilmu kebugaran. Yakni, melalui olah pernafasan. Ilmu kebugaran ini biasanya untuk mereka yang sudah berada di tingkatan tinggi. Pernafasan ini bisa untuk kesehatan dan pengobatan.

‘’Dalam Merpati Putih tidak ada klenik, jimat, atau hal mistis lainnya. Semua capaian yang didapat anggota didapat dari latihan,’’ ujarnya.

Baca juga:   Letkol CPM Hermanto, Dandenpom V/1 Madiun yang Tegas nan Bersahaja

Sudah bukan rahasia lagi jika anggota Merpati Putih dapat melakukan atraksi debus. Seperti mematahkan balok es, besi, atau beton. Namun, itu bukan hal mistis. Hal itu didapat dari latihan. Terutama olah nafas. Syaiful menyebut setiap benda memiliki molekul atau ion. Olah pernafasan yang dilakukan memunculkan getaran yang dapat menggerakkan molekul benda tersebut hingga menjadi tak berimbang. Ketika sudah tak berimbang dengan sentuhan ringan sekalipun benda tersebut dapat dengan mudah dipatahkan.

‘’Alam itu memiliki energi yang lengkap. Mulai tanah, air, udara dan lainnya. Tinggal bagaimana memanfaatkannya,’’ ungkap ketua sejak 1995 itu.

Filosofi Merpati Putih

Nama Merpati Putih dapat diwujudkan burung merpati berwarna putih. Namun, filosofinya lebih dalam. Kata Merpati Putih memiliki arti perkata dan persuku kata. Dalam artian perkata Merpati Putih memiliki makna Manunggalno Endahing Roso Pikiran Ati Temuju Ing Pangeran Udineng Tataran Ingkang Hagung. Ini dapat diartikan menyatukan pikiran, jiwa, dan hati untuk mengangungkan nama Tuhan. Sedang dalam artian persuku kata, Merpati Putih memiliki makna Mersudi Patitising Tindak Pusakaning Titising Hening atau mencari sesuatu dengan tindakan di jalan kebenaran.

‘’Makanya tidak ada istilah pendekar dalam Merpati Putih. Karena ilmu itu terus ada. Anggota wajib terus belajar. Sedang, pendekar bermakna sudah pada tataran tertinggi,’’ ujarnya.

Selain itu, ilmu Merpati Putih bukan untuk adigang-adigung. Bukan untuk pamer. Namun, untuk mencari jalan kebenaran menuju sang Maha Pencipta. Tak heran, jika nyaris tidak pernah terdengar anggota Merpati Putih yang terlibat perkelahian. Saksi tegas diberikan. Apapun alasannya. Mulai sanksi finansial maupun fisik. Di Kota Madiun, Syaiful akan memberikan sanksi denda sepuluh kali lipat biaya bulanan dan fisik. Ini untuk memberikan efek jera.

‘’Ilmu Merpati Putih itu mengubah yang kasar menjadi halus. Kalau yang kasar masih muncul berarti belum dapat menyerap ilmu yang diberikan secara utuh,’’ pungkasnya.

Artikel ini diolah dari wawancara langsung Ketua Pengurus Daerah Jawa Timur dan website ppsbetakomerpatiputih.com. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dan jauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018