Termakan Usia, Lukisan Dinding TID Hwie Ing Kiong Dipugar

Di Posting Oleh madiuntoday

28 September 2018

MADIUN – Lukisan yang terpajang di ruang ibadah biasanya bukan sekedar hiasan dinding semata. Ada cerita dan makna dibalik setiap goresan yang dibuat. Sehingga, perlu dilakukan perawatan rutin agar tetap terjaga kualitasnya dan bisa menjadi pelajaran bagi umat.

Salah satunya seperti dilakukan oleh TITD Hwie Ing Kiong Kota Madiun. Peremajaan dilakukan untuk 52 lukisan yang ada di dinding dekat pintu masuk. ‘’Pengerjaan sejak Senin lalu,’’ tutur Hando Wiranto, seniman yang mengerjakan proses peremajaan lukisan di klenteng, Jumat (28/9).

Lukisan yang dipugar ini sebelumnya benar-benar digambar di dinding klenteng. Karena termakan usia, cat di dinding tersebut semakin mengelupas. Akibatnya, beberapa bagian pada lukisan hilang. Pengunjung pun semakin sulit menikmati karya itu. Apalagi, mengambil pelajaran darinya.

Untuk itu, pengurus klenteng Tri Dharma melakukan peremajaan menggunakan teknik menjiplak. Hando meletakkan plastik tebal di atas lukisan dinding. Kemudian, menggambar di atas plastik sesuai pola sebelumnya dengan spidol. Setelah spidol mengering, plastik dilepas dan dilipat dengan rapi. ‘’Kami akan bawa lukisannya ke Solo untuk dilukis kembali oleh ahlinya,’’ terang pria asal Solo, Jawa Tengah itu.

Menurut Hando, seluruh lukisan nantinya akan dicetak pada media keramik. Kemudian, dipasang di dinding yang sama dengan letak sebelumnya. Harapannya, media keramik lebih awet dan mudah dibersihkan. Sehingga, proses perawatan ke depannya juga semakin gampang.

Sementara itu, Staf Tata Usaha TITD Hwie Ing Kiong Ervan menjelaskan bahwa ini merupakan pertama kalinya renovasi dilakukan pada lukisan di dinding dekat pintu masuk klenteng itu. Menurutnya, lukisan di dinding tersebut telah berumur ratusan tahun. ‘’Prosesnya kami serahkan kepada ahlinya dari Solo,’’ tandasnya. (dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018

Artikel Terkait

Thamrin Jadi Satu Arah, Ini Skema Pengalihan Arus Jalan di Kota Madiun

Thamrin Jadi Satu Arah, Ini Skema Pengalihan Arus Jalan di Kota Madiun

MADIUN – Penyesuaian akses lalu lintas di Kota Madiun terus dilakukan. Rapat koordinasi (Rakor) terkait akses lalu lintas dari dan ke Kota Pendekar kembali digelar, Sabtu (4/4). Bertempat di Dinas Perhubungan Kota Madiun, Rakor menghasilkan sejumlah kebijakan baru....

Don`t copy text!