MADIUN – Kota Madiun telah meraih penghargaan Adipura sebanyak 13 kali karena keberhasilannya menjaga kebersihan dan pengelolaan lingkungan perkotaan. Namun, sayangnya masih ada saja oknum tak bertanggungjawab yang merusak upaya itu.

Salah satunya dengan tindakan vandalisme. Contohnya seperti yang tampak pada rambu-rambu lalu lintas di Jalan RA Kartini. Tepatnya, di sebelah Timur SDN 05 Madiun Lor. Dua penanda jalan di area itu tertutup coretan dari cat semprot.

Aksi corat-coret di tempat yang tidak seharusnya itu tentu merugikan. Tak hanya pemerintah, tapi juga masyarakat sendiri. Sebab, lingkungan tempat tinggal menjadi tampak kumuh. Karenanya, Pemkot Madiun menerapkan sanksi yang serius.

‘’Sesuai Perda Nomor 8 Tahun 2010, sanksi terberat adalah pidana kurungan paling lama 3 bulan dan denda paling banyak 5 juta. Bila ada kerusakan harus mengganti,’’ tutur Kepala Satpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono.

Vandalisme memang menjadi salah satu kegiatan yang masuk dalam pemantauan Satpol PP. Pengawasan terus dilakukan secara rutin dan berkala. Jika ditemukan pelakunya, maka petugas tidak akan segan untuk segera menindak.

Terkait aksi tersebut, Sunardi pun menyayangkan masih ada oknum yang melakukan tindakan itu. Padahal, ada pihak lainnya yang bekerja keras menciptakan kondisi Kota Madiun tetap indah, rapi, dan tertib. ‘’Kalau punya bakat di bidang itu, arahkan ke yang lebih baik,’’ imbaunya.

Baca juga:   Kota Madiun Jadi Tuan Rumah Pekan Olahraga Tradisional Provinsi Jawa Timur 2018

Dalam kesempatan itu, Sunardi menyebut beberapa upaya pemkot untuk mewadahi para seniman yang berbakat melukis dengan cat semprot. Antara lain, lomba seni grafiti hingga penyediaan lokasi khusus untuk menyalurkan hobi itu. Seperti di sekitaran tembok Bantaran Kali Madiun. ‘’Pesan yang disampaikan dalam gambar pun harus positif,’’ tegasnya.

Lebih lanjut, Sunardi mengajak para generasi muda Kota Madiun untuk aktif memberikan masukan kepada pemkot dengan cara yang baik. Misalnya, dalam musrenbang. Mereka bisa menyampaikan uneg-uneg atau keinginannya terhadap pemkot dalam mewadahi kreativitas anak muda.

‘’Aktualisasi diri jangan dilakukan dengan vandalisme yang merusak keindahan kota. Akibatnya, justru kota kita menjadi kumuh,’’ paparnya.

Ditanya tentang sejumlah fasilitas umum yang kotor atau rusak karena aksi vandalisme, Satpol PP akan berkoordinasi dengan OPD terkait. ‘’Pembersihan kerjasama dengan dinas terkait. Mari bersama-sama menjaga kota dan dukung upaya pemerintah merawat kebersihan kota,’’ tandasnya. (dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018