Istono tak membantah adanya keterlambatan pembangunan sebesar 13 persen dari jadwal. Progres pembangunan gedung yang menelan anggaran Rp 19,3 miliar itu baru menyentuh 14 persen. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Percepatan pembangunan gedung DPRD Kota Madiun terus dilakukan. Setelah inspeksi mendadak (sidak) Komisi III DPRD setempat, Selasa (2/10) lalu, wakil rakyat kembali mengundang pihak pelaksana melalui rapat dengar pendapat (RDP), Rabu (3/10). Harapannya sama, agar mega proyek yang mengalami keterlambatan pembangunan itu dapat segera kembali on the track.

‘’Hari ini memang kami jadwalkan untuk RDP dengan pelaksana, PA (pengguna anggaran), dan MK (manajemen kontruksi). Ini merupakan tindak lanjut atas keterlambatan progres pembangunan gedung DPRD jilid II,’’ kata Ketua DPRD Kota Madiun Istono usai RDP.

Istono tak membantah adanya keterlambatan pembangunan sebesar 13 persen dari jadwal. Progres pembangunan gedung yang menelan anggaran Rp 19,3 miliar itu baru menyentuh 14 persen. Padahal, harusnya sudah diangka 27 persen jika mengacu kontrak. Pihaknya ogah menutup mata. RDP dilakukan untuk memastikan langkah selanjutnya.

‘’Dalam pembangunan ini kami tidak ingin main-main. Kami ingin mendengar langsung apakah keterlambatan ini masih bisa dikejar atau harus kami ambil langkah selanjutnya. Tidak menutup kemungkinan pemutusan kontrak,’’ tegasnya.

Baca juga:   Matangkan Ramadan Fest Tahun Ini, Ketua TP PKK Pimpin Langsung Rapat Koordinasi

Ahmad Ismail, Pelaksana Utama PT RIS Putra Delta, optimis keterlambatan bakal terkejar. Berbagai upaya dilakukan. Mulai menambah pekerja hingga mempercepat pengadaan material kekurangan. Jumlah pekerja saat ini mencapai 200 orang. Pun, mereka bakal dilemburkan hingga pembangunan usai. Selain itu, keterlambatan material juga bakal disegerakan. Ahmad menyebut kekurangan bahan material menyumbang keterlambatan paling besar.

‘’Kami terus berkoordinasi dengan penyedia (bahan material). Terutama terkait mekanikal elektrikal, AC, lampu, kabel dan lainnya. Penyedia siap mengirimnya dalam minggu ini,’’ ungkapnya sembari menyebut akhir Oktober ini kerterlambatan ditarget 0 persen.

Team Leader Konsultan Hariswandi juga optimis keterlambatan dapat terkejar. Perhitungannya secara teknis masih cukup memungkinkan. Mulai tambahan tenaga dan percepatan order dibanding sisa waktu. Pelaksana memiliki waktu 2,5 bulan hingga akhir kontrak. Sedang, kekurangan lebih kepada pemasangan bahan-bahan pabrikan. Artinya, tinggal menunggu barang datang. Pemasangan diyakini berjalan cepat dengan banyaknya pekerja yang dilibatkan.

‘’Kalau melihat fakta di lapangan, sepertinya masih bisa terkejar. Tinggal bagaimana pelaksana ini bisa berkomitmen dengan apa yang sudah dipresentasikan tadi,’’ ungkapnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018