MADIUN – Perguruan silat bernafas kungfu di Kota Madiun bukan hanya dari Perguruan Pro Patria. Ikatan Keluarga Silat (IKS) Putra Indonesia (PI) Kera Sakti juga bernafas serupa. Berpusat di Desa Buduran, Wonoasri, Kabupaten Madiun, IKS PI Kera Sakti juga menganut aliran dari negeri Cina tersebut. Resmi berdiri 1980 silam, IKS PI Kera Sakti menjelma menjadi perguruan dengan massa yang cukup besar.

Anggotanya tak hanya dari tanah air. Namun, sudah dari berbagai negara. Di antaranya, Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Singapura, Hongkong, Timur Leste, Korea Selatan, hingga Irlandia. Saat ini mulai merintis untuk Papua Nugini dan Australia. IKS PI Kera Sakti juga menjadi perwakilan Indonesia pada ajang pentas seni dan budaya di Korea Selatan dua tahun terakhir. Menariknya, undangan langsung dari pemerintah Korsel melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) negeri ginseng tersebut. Total anggotanya sudah mencapai satu juta jiwa. Ini cukup membanggakan mengingat IKS PI Kera Sakti tergolong organisasi bela diri muda.

‘’IKS PI Kera Sakti lahir untuk mencari saudara. Bukan mencari musuh. Silat kami mengedepankan kekeluargaan. Bukan untuk grubyak-grubyuk atau pamer kebolehan,’’ kata Ketua Umum IKS PI Kera Sakti Bambang Sunarjo.

Sebanyak tujuh ribu lebih anggota disahkan setiap empat bulan sekali. Bahkan, pengesahan anggota tembus angka sebelas ribu pada pengesahan kali terakhir Juli lalu. Pengesahan tidak hanya dilakukan di padepokan. IKS PI Kera Sakti juga menerapkan pengesahan jarak jauh. Khususnya, anggota dari luar negeri. Mereka cukup mengirimkan perwakilannya ke padepokan. Proses selanjutnya dilaksakanan di tempat latihan masing-masing.

‘’Setiap anggota yang akan disahkan wajib memenuhi persayaratan. Mulai penguasaan jurus dan berbudi pekerti yang baik,’’ imbuhnya.

Sesuai namanya, jurus-jurus perguruan ini mengadopsi gerakan kera. Kungfu Cina memang dikenal dengan jurus hewan atau binatang. Kera memiliki banyak filosofi. Bukan hanya lincah tapi juga cerdik. Begitu juga dengan jurus dan senam IKS PI Kera Sakti. Mulai kuda-kuda, teknik mendekati lawan, dan menghindar mirip dengan kera. Terdapat sepuluh jurus dasar atau biasa disebut Whajien. Selian itu, juga terdapat senam. Jumlahnya cukup banyak. Anggota juga mendapat materi penggunakan ruyung dan toya sebagai senjata khas.

‘’Tokoh kera tidak hanya dari Cina. Di tanah air, kera juga menjadi salah satu tokoh pewayangan. Ini juga menjadi salah satu filosofi kera pada perguruan kami,’’ ungkap pria 52 tahun itu.

Dalam IKS PI Kera Sakti juga memiliki simbol-simbol yang wajib dipenuhi saat pengesahan. Di antaranya, lilin sebagai simbol penerangan hati, kopi pahit simbol pendekar harus kuat begadang, daun suruh temu ros sebagai simbol persahabatan, dan kue bakpao sebagai sumber kekuatan karena mengandung karbohidrat.

‘’Ini hanya simbol sebagai pengingat anggota akan arti ikatan keluarga dalam perguruan kami,’’ ujarnya.

Anggota yang baru masuk disebut siswa. Tandanya bersabuk hitam. Waktu pelatihan ditempuh empat bulan. Mereka yang lolos ujian bakal naik ketingkat selanjutnya dan berhak mengenakan sabuk kuning. Materi latihan ditingkatkan untuk menuju sabuk biru. Ini biasanya ditempuh dalam waktu empat bulan. Siswa yang berhasil mendapatkan sabuk biru bakal bergelar warga.

‘’Dari sabuk biru ini membutuhkan waktu kurang lebih delapan bulan untuk mendapatkan sabuk merah. Mereka yang berhasil berhak disebut pendekar,’’ ujarnya bapak dua anak itu.

Pendekar dalam IKS PI Kera Sakti biasanya disebut juga dengan tingkat II. Ilmu IKS PI Kera Sakti tidak berhenti sampai disitu. Pendekar dapat naik ke tingkat III dan mendapat sabuk merah strip emas. Masa berlatihnya tak terhingga. Sebab, ilmu IKS PI Kera Sakti tidak ada habisnya. Tingkat III ini juga biasa disebut dewan guru. Bambang menyebut hanya ada sebelas anggota pada tingkatan ini. Bambang salah satunya.

Baca juga:   Kisah Hartono Veteran Brimob Pemberani

‘’Pada tingkatan ini ilmu yang dipelajari kebanyakan olah tenaga dalam melalui pernafasan,’’ ungkapnya.

IKS PI Kera Sakti memang tidak hanya mempelajari olah fisik. Namun, juga kerohanian. Tak heran, prosesi pengesahan diawali dengan doa, pengambilan sumpah, pembukaan kekuatan batin, dan diakhiri dengan istighosah. Gelaran istighosah juga rutin dilaksanakan setiap malam Rabu Pon. Ini untuk menghormati sekaligus mengirimkan doa kepada pendiri IKS PI Kera Sakti yang meninggal pada Rabu Pon.

‘’Silat kami memang mengadopsi gerakan kera. Tetapi secara rohani, ilmu kami mengajarkan jalan kepada Tuhan (Allah SWT),’’ terang ASN Pemkab Madiun itu sembari menyebut anggota juga wajib berpuasa minimal satu hari sebelum pengesahan.

Ajaran jalan Tuhan ini dibuktikan dengan tingkah laku sehari-hari. Setiap anggota wajib berbuat baik, suka membantu, sopan santun, dan rendah hati di masyarakat. Mereka juga wajib beribadah sesuai dengan agama masing-masing. Setiap tingkah laku dipantau. Mereka yang tercatat melanggar bakal diberi sanksi. Ini sesuai dengan semangat perguruan yang mencari saudara dari segala penjuru dunia. Tapi jika musuh ada pantang tunduk kepala.

‘’Semangat ini terus kami pegang. Mungkin ini yang menjadikan perguruan kami dapat sebesar saat ini,’’ jelasnya.

Kendati berpusat di Wonoasri Kabupaten Madiun, sejarah IKS PI Kera Sakti tak lepas dari Kota Madiun. Peguruan ini tumbuh di Jalan Merpati, Kelurahan Nambangan Lor Kota Madiun. Resmi berdiri 15 Januari 1980. Pendirinya, Raden Totong Kiemdarto. Lahir pada 1943, R Totong masih memiliki trah dari Kertosuro. Anak bungsu dari sepuluh bersaudara ini diasuh pamannya yang tidak memiliki keturunan. Sang paman beristri warga keturunan Cina. R Totong remaja sempat menetap di negeri tirai bambu tersebut dan belajar kungfu.

‘’Tetapi sebelumnya beliau juga pernah belajar pencak silat, gulat, dan kempo,’’ terangnya sembari menyebut pernah belajar silat bersama bapak Tarmadji Budi Harsono (alm) mantan ketua Persaudaraan Setia Hati Terate.

Sepulang dari Cina, semangat mendirikan perguruan kian menggelora setelah bertemu dengan Victor Lie Kuang Hwa, pendiri Ikatan Keluarga Silat Pro Patria. Koh Wa –sapaannya- disebut sebagai salah seorang pendorong agar R Totong mendirikan perguruan. IKS PI Kera Sakti akhirnya berdiri. Setahun kemudian masuk Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI). Tak heran, ilmu pencak silat juga wajib dipelajari anggota. Terutama jurus IPSI. Ini penting agar tidak ketinggalan dengan perguruan lain. Selain itu, anggota IKS PI Kera Saki bakal kesulitan saat mengikuti pertandingan IPSI tanpa mengenal jurus-jurusnya. Setiap anggota IPSI memang harus mempelajari jurus IPSI ini sebagai pemersatu seluruh perguruan pencak silat yang tergabung dalam IPSI.

‘’Setiap perguruan memiliki ciri khas tersendiri. Memiliki jurus-jurus pamungkas sebagai andalan. Namun, bukan untuk pamer atau lainnya. Ini hanya untuk membela diri. Begitu juga dengan IKS PI Kera Sakti,’’ pungkasnya sembari menyebut guru besar R Totong meninggal 1997 dan dirinya ditunjuk sebagai ketua umum setelahnya.

Artikel ini diolah dari wawancara langsung dengan Ketua Umum IKS PI Kera Sakti Bambang Suharjo pada Selasa 9 Oktober 2018 di Padepokan. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018