Sebelas perguruan dalam paguyuban sepakat mendukung Polri dalam menciptakan suasana aman serta menolak segala macam bentuk pemberitaan hoax, ujaran kebencian, dan isu sara. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Deklarasi Damai Pemilu 2019 terus bergelora. Komitmen mengedepankan dan menjaga kondusifitas itu digaungkan paguyuban pencak silat. Sebelas perguruan dalam paguyuban sepakat mendukung Polri dalam menciptakan suasana aman serta menolak segala macam bentuk pemberitaan hoax, ujaran kebencian, dan isu sara. Terutama saat tahapan pesta demokrasi berlangsung.

‘’Deklarasi ini menindaklanjuti deklarasi-deklarasi yang sebelumnya. Pada prinsipnya kami akan terus melakukan langkah-langkah persuasif dan antisipasi demi menciptakan pemilu yang aman dan damai,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu saat deklarasi bersama paguyuban pencak silat, Rabu (10/10).

Deklarasi, kata dia, penting dilakukan. Kota Madiun bisa dibilang gudangnya pendekar. Merupakan basis perguruan silat. Tak heran, istilah kampung pesilat mengemuka. Total tercatat sebelas perguruan yang tergabung dalam paguyuban. Masing-masing perguruan memiliki anggota dengan massa besar. Terbanyak usia remaja dan dewasa. Deklarasi damai ini diharap bakal diteruskan kepada anggota masing-masing perguruan.

‘’Pada prinsipnya menjaga keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Kami sengaja menggandeng perguruan untuk mewujudkan itu,’’ imbuhnya.

Baca juga:   Suguhkan Seni Ketoprak saat Bersih Desa, Walikota Harap Kreatifitas Warga Selalu Dijaga

Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto mengapresiasi terobosan Polres Madiun Kota ini. Polres secara intens terus berupaya menciptakan kondusifitas. Diawali dengan deklarasi kalangan mahasiswa, petinggi parpol dan timses pemilu, petani, pedagang pasar, hingga terbaru ketua perguruan. Ini, lanjutnya, merupakan langkah jitu. Walikota berharap masyarakat mendukung langkah Polri dalam menciptakan suasana yang aman dan kondusif ini.

‘’Keamanan dan ketertiban merupakan modal penting pembangunan. Jalannya pembangunan bakal terganggu tanpa keamanan. Tahun politik cukup rawan akan gangguan kamtibmas tersebut,’’ ujarnya.

Walikota berharap perguruan pencak silat turut berpartisipasi aktif. Selalu mengajak anggota masing-masing untuk membantu tugas Polri. Ini penting mengingat pemilu membutuhkan biaya besar. Mencapai ratusan triliun. Kegagalan pemilu bakal merugikan masyarakat.

‘’Pemilu menyedot anggaran besar masyarakat. Kalau gagal, masyarakat juga yang nantinya akan merugi. Makanya penting menjaga keamanan demi kelancaran pemilu,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun