MADIUN – Meski memiliki dampak negatif bagi kesehatan, nyatanya masih banyak masyarakat yang tetap mengonsumsi rokok. Bahkan, mereka rela merogoh kocek lebih dalam asalkan kebutuhannya menghirup asap tembakau itu terpenuhi. Karena itu, Pemkot Madiun mengimbau agar para konsumen rokok bijak memilih produk yang legal.

Sesuai dengan aturan yang berlaku, rokok legal adalah produk yang dilengkapi dengan pita cukai resmi. Yakni, yang dicetak oleh Percetakan Uang Republik Indonesia (PERURI). Bukan pita cukai palsu atau bekas.

Membeli rokok berpita cukai asli berarti membantu pembangunan negara. Sebab, sebagian dana hasil pungutan negara itu dikembalikan ke pemerintah daerah untuk dikelola sebagaimana mestinya.

‘’Kota Madiun termasuk yang mendapatkan kucuran anggaran cukai. Tentu harus digunakan sesuai aturan. Baik dalam landasan UU maupun peraturan pelaksanaannya,’’ tutur Walikota Madiun Sugeng Rismiyanto ditemui setelah membuka Sosialisasi Pengenalan dan Pendeteksian Pita Cukai Hasil Tembakau Tahun 2018 di Kantor Kecamatan Kartoharjo, Kamis (11/10).

Dalam kegiatan tersebut, Sugeng pun mengimbau kepada masyarakat, khususnya pengguna rokok, untuk tetap waspada. Jangan sampai mereka memilih rokok ilegal untuk dikonsumsi. Sebab, selain membahayakan kesehatan, juga berpotensi menimbulkan kerugian negara.

Baca juga:   Lewat Jagongan, Forkopimda Ajak Pedagang Pasar Ciptakan Pemilu Damai

Sugeng menjelaskan peruntukan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) yang dikelola oleh pemerintah daerah. Salah satunya, membangun sarana dan prasarana kesehatan yang berkaitan dengan penanganan dampak rokok. Juga, mendanai program prioritas daerah.

Dengan demikian, Sugeng berharap tidak ada peredaran rokok ilegal di Kota Madiun. Dia juga mengimbau masyarakat untuk selalu waspada pada hal tersebut. ‘”Segera laporkan jika menemukan pelanggaran,’’ tegasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Bagian Administrasi Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Kota Madiun Heru Waskita menuturkan, tujuan kegiatan sosialisasi adalah untuk memberikan informasi kepada masyarakat. Khususnya, para pengguna hasil tembakau agar lebih memahami tentang perbedaan rokok legal dan ilegal. ‘’Selain itu juga mensosialisasikan peraturan cukai agar masyarakat bisa membedakan pita cukai asli dan palsu,’’ imbuhnya.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkot menggandeng narasumber dari Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai (KPPBC) Tipe Madya Pabean C Madiun. Selain itu juga mengundang kepala OPD, Camat Kartoharjo, lurah, serta masyarakat umum pengguna hasil tembakau. (ws hendro/irs/farid/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun