Sejak 2007, Rohmat telah melaksanakan tugas kemanusiaan itu disamping tanggungjawabnya sendiri sebagai anggota polisi.

MADIUN – Kegigihan Ipda Rohmat Tri Marwoto merawat dan mendidik anak-anak kurang mampu diganjar penghargaan tinggi. Tak tanggung-tanggung, kali ini pengakuan itu datang dari United Nations Children’s Fund (UNICEF) sebagai salah satu organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Yakni, dalam bidang perlindungan anak.

Anggota Detasemen C Pelopor Satuan Brimob Polda Jatim itupun tak mampu lagi menggambarkan perasaannya dalam kata-kata. ‘’Antara dua. Senang dan sangat senang,’’ tuturnya saat ditemui setelah menerima penghargaan dari PBB di rumahnya, Jalan Raya Jati, Desa Klagen Serut, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, Senin (15/10).

Rohmat menuturkan, dirinya tak pernah memimpikan untuk mendapatkan pengakuan dari pihak manapun atas jasanya merawat anak-anak yatim piatu dan terlantar. Apalagi, sampai mendapatkan penghargaan dari lembaga tingkat dunia.

Sejak 2007, Rohmat telah melaksanakan tugas kemanusiaan itu disamping tanggungjawabnya sendiri sebagai anggota polisi. Hingga saat ini, total ada 79 anak yang telah rawat. Mereka berasal dari berbagai daerah. Antara lain, Madiun, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, hingga Bogor.

‘’Saat ini yang ada di rumah tinggal 20,’’ ungkapnya. Yang tertua berusia 23 tahun. Sedangkan, yang paling muda masih 1,5 bulan. Sementara itu, anak asuhnya yang lain telah hidup mandiri. Bahkan, bekerja dengan layak. Seperti menjadi polisi, guru, hingga pegawai bank.

Aksi sosial Rohmat juga tak lepas dari dukungan sang istri, Helmiyah. Sejak awal mengutarakan niat untuk mengangkat anak asuh, perempuan asli Jakarta itupun langsung menyetujui. ‘’Apapun, asal demi kebaikan, saya dukung,’’ ujarnya.

Baca juga:   Menutup 2018, Walikota Berikan Penghargaan Capaian Prestasi Kota Madiun Selama Satu Tahun

Tak hanya merawat dan mendidik anak-anak asuh selayaknya anak kandung sendiri, Rohmat dan Helmiyah juga mengajari mereka dengan keterampilan lain. Seperti berkebun dan berdagang. Harapannya, ilmu itu dapat dijadikan bekal ketika mereka telah hidup mandiri nantinya.

Selain menerima penghargaan PBB, Rohmat dan Helmiyah juga meresmikan Asrama Ginaris dan Mushola Ar-Rozi untuk anak asuhnya di hari yang sama. Mereka juga menyelenggarakan aqiqah untuk anak asuhnya Ananda Alfarabi Ibnu Arrozi dan Asyifa Ghumaisya Arrozi. Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan, Bupati Madiun Ahmad Dawami, dan Sekretaris Daerah Kota Madiun Rusdiyanto pun hadir dalam kegiatan tersebut.

Sementara itu, perwakilan PBB di Indonesia Lodewyk Pasulatan yang hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan rasa bangganya terhadap Rohmat. ‘’Sebagai polisi, Ipda Rohmat memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar. Tapi masih bisa meluangkan waktu untuk misi kemanusiaan,’’ paparnya.

Menurut Lodewyk, aksi Rohmat ini patut menjadi teladan bagi masyarakat yang lainnya. Dengan bantuannya, anak-anak yang kurang beruntung ini bisa mendapat pendidikan yang layak. Sehingga, ke depan bisa menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas.

‘’Selamat berjuang terus Pak Rohmat. Maju terus pantang mundur mendidik anak-anak,’’ tandasnya. (dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018