Dogles, Kentos, dan Carik harus bersiap menghuni balik jeruji minimal empat tahun penjara. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Bendera perang terhadap narkoba terus dikibarkan. Teranyar, Reskoba Polisi Resort (Polres) Madiun Kota menangkap tiga orang pengguna barang haram tersebut. Polisi menunjukkan batang hidung ketiganya beserta barang bukti narkoba jenis sabu-sabu seberat 0,34 gram, Rabu (17/10). Kendati beratnya tak seberapa, hukuman berat menanti ketiganya. Dogles, Kentos, dan Carik harus bersiap menghuni balik jeruji minimal empat tahun penjara.

‘’Hasil pemeriksaan sementara, ketiga ini merupakan pengguna. Sedang, pemasoknya sedang dalam pengembangan,’’ kata Kapolres Madiun Kota AKBP Nasrun Pasaribu.

Polisi kali pertama menciduk AS alias Dogles, Senin (8/10) lalu. Gerak-gerik pria 35 tahun warga Kelurahan Manisrejo ini memang sudah diintai penegak hokum. Dogles ditangkap di Jalan Kapten Saputro, Kejuron setelah dipancing petugas. Benar saja, dalam saku celana tersangka didapati satu paket sabu-sabu seberat 0,22 gram. Barang haram ini terbungkus rapi dalam plastik klip dengan dilapisi tisu dan lakban hitam. Petugas juga mengamankan sepeda motor yang digunakan tersangka.

‘’Dari keterangan tersangka Dogles ini, mengarah pada dua tersangka lain dan langsung kami jemput pada hari itu juga,’’ tegasnya.

Petugas bersama tersangka lantas menuju rumah AW alias Kentos di Kelurahan Manisrejo yang tak lain teman Dogles. Dari rumah Kentos polisi hanya mendapati alat-alat yang biasa digunakan untuk berpesta sabu. Di antaranya, pipet yang masih berkerak, sedotan, alumunium foil, korek gas, dan potongan sendok. Penyelidikan berlanjut. Nama BYP alias Carik mengemuka. Tersangka ketiga ini juga diamankan di rumahnya di Kelurahan Manisrejo. Kali ini petugas mendapati sabu-sabu seberat 0,12 gram.

Baca juga:   Dikabarkan Hilang Dibawa Mahkluk Halus

‘’Ketiganya biasa berpesta bersama. Beli sabunya juga patungan kepada seseorang melalui sistem ranjau atau jaringan terpisah,’’ ungkapnya.

Ketiga tersangka biasa berkomunikasi melalui telepon tanpa mengetahui orang yang menjual narkoba tersebut. Pun, tidak pernah bertemu. Barang diletakkan pada tempat yang telah disepakati. Sedang, uang pembelian diberikan dengan cara transfer. Jaringan terputus seperti ini kerap diterapkan jaringan pengguna narkoba. Sistem ini juga cukup menyulitkan petugas. Pun, biasanya pemasok berasal dari luar daerah.

‘’Kasus ini masih dalam pengembangan. Termasuk penelusuran pemasoknya,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018