‘Patung Hidup’ Museum Fatahillah, Daya Tarik Tersendiri Wisatawan Pecinta Sejarah

Di Posting Oleh madiuntoday

19 Oktober 2018

JAKARTA – Weekend identik dengan liburan. Selain melepas penat, liburan dapat menyegarkan pikiran. Indonesia memiliki banyak tempat wisata yang layak untuk dikunjungi. Bagi penyuka sejarah, berkunjung ke museum merupakan pilihan tepat. Apalagi, sejumlah museum sudah bersolek dengan berbagai fasilitas pendukung yang tak kalah menarik. Seperti Museum Sejarah Jakarta atau yang lebih dikenal dengan Museum Fatahillah di Jakarta Barat ini. Pengunjung bakal disuguhi berbagai pengalaman seru. Salah satunya, manusia patung.

‘’Jadi tidak monoton. Museum tidak harus berisi benda-benda sejarah. Manusia patung seperti ini dapat menjadi daya tarik tersendiri,’’ kata Farid Syaiful Hidayat, reporter madiuntoday yang berkesempatan mengunjungi Museum Fatahillah, Kamis (18/10).

Ada beragam manusia patung di sana. Menariknya, tema ‘patung hidup’ itu disesuaikan dengan suasana museum. Yakni, tokoh-tokoh pahlawan nasional. Di antaranya, Jenderal Sudirman, orang Belanda, hingga sosok pejuang dari kalangan masyarakat. Mereka tidak hanya berdandan seperti sosok yang diperankan. Namun, juga membawa properti lengkap. Mulai senjata, topi, dan sepeda tua. Keinginan untuk berfoto dengan sosok-sosok ini tak terbendung lagi.

‘’Informasi yang kami dapat, manusia patung ini memang menjadi sumber pemasukan tersendiri bagi masyarakat. Ini ide yang menarik dan mungkin bisa menjadi referensi untuk di Kota Madiun,’’ imbuhnya.

Manusia patung pada awalnya cukup beragam. Tak hanya sosok pahlawan. Berbagai badut dan tokoh film juga ada. Pihak museum lantas menghimpun mereka. Syaratnya, tema patung harus diseragamkan. Tokoh pahlawan akhirnya dipilih lantaran dinilai tepat dengan museum yang baru saja direnovasi tersebut. Persewaan sepeda ontel tua menambah lengkap fasilitas pendukung di sana. Pengunjung dapat menikmati suasana sekitar museum dengan bersepeda.

‘’Kota Madiun memiliki banyak tempat-tempat tua peninggalan sejarah. Kalau ke depan ada yang dijadikan tempat wisata, konsep ini menarik untuk dicoba,’’ ujarnya.

Selain membuka lapangan pekerjaan baru, konsep ini diprediksi cukup tepat untuk mendongkrak pengunjung. Apalagi, kebiasaan bersosial media tengah menjadi tren saat ini. Patung manusia dapat digunakan untuk wahana berswafoto. Belum sejumlah benda peninggalan sejarah yang terdapat di dalamnya. Para sosialita tentu tidak melewatkan spot-spot seperti ini.

‘’Pemkot Madiun telah mengusulkan 19 bangunan cagar budaya. Pun, rekomendasi telah terbit. Artinya, banyak bangunan bernilai sejarah di Kota Madiun. Tinggal bagaimana mengemasnya agar menjadi daya tarik tersendiri bagi wistawan,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday).

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018

Artikel Terkait

Tak Hanya Masih Steril Korona, Kota Madiun Juga Kawasan Tertib Masker

Tak Hanya Masih Steril Korona, Kota Madiun Juga Kawasan Tertib Masker

MADIUN – Tidak hanya steril Covid-19, Kota Madiun juga kawasan tertib masker. Kebijakan itu berlaku mulai hari ini, Selasa (7/4). Walikota Madiun mewajibkan setiap masyarakat yang beraktivitas di luar rumah untuk menggunakan masker. Mereka yang tidak siap masker,...

Pemkot Siapkan Skema Penguatan Ekonomi Bagi UMKM Madiun

Pemkot Siapkan Skema Penguatan Ekonomi Bagi UMKM Madiun

MADIUN – Penyebaran Virus Korona tak hanya menyerang sistem kekebalan tubuh. Tapi juga berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Untuk mengantisipasi penularan, banyak sektor barang dan jasa yang tersendat bahkan terpaksa tutup. Akibatnya, kerugian dialami para...

Don`t copy text!