MADIUN – Jalan pemerintah tahun anggaran 2018 sebentar lagi berakhir. Nyaris tinggal dua bulan ke depan. Berbagai hal terlewati selama sepuluh bulan terakhir. Berbagai pembangunan juga terus dilakukan. Kinerja apik ini menghadirkan sejumlah prestasi. Teranyar, Kota Madiun mendapatkan penghargaan Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) Berkelanjutan dari Kementerian Kesehatan. Hal ini disampaikan Walikota Sugeng Rismiyanto saat mengikuti senan lansia di Stadion Wilis, Jumat (19/10).

‘’Masyarakat Kota Madiun cukup aktif dalam upaya pencegahan bidang kesehatan. Ini salah satu indikator penilaian saat penghargaan. Artinya, penghargaan ini bukan untuk pemerintah saja. Tetapi untuk seluruh masyarakat Kota Madiun,’’ tutur walikota.

Penghargaan ini diberikan kepada daerah yang telah mencapai 100 persen pilar STBM. Kota Madiun meraih penghargaan STBM kategori pertama. Salah satu kriterianya, sudah tercapainya Open Defecation Free (ODF) atau daerah yang masyarakatnya sudah tidak lagi buang air besar (BAB) disembarang tempat. Pemerintah daerah tentu memfasilitasi. Salah satunya melalui program jambanisasi. Namun, tanpa kepedulian masyarakat capaian ini tentu mustahil diraih.

Selain itu, masyarakat Kota Madiun juga sudah membiasakan cuci tangan sebelum dan sesudah berkegiatan. Masyarakat juga mengolah makanan dan minuman secara sehat dan mengolah sampah rumah tangga secara benar. Sedang, Pemkot Madiun dituntut untuk menyediaan air bersih yang cukup bagi seluruh masyarakat.

‘’Sekali lagi, tanpa peran masyarakat tentu ini tidak dapat dilakukan secara optimal. Harapannya ini terus ditingkatkan,’’ ujarnya.

Baca juga:   Jelang Suro 2019, Forpimda Matangkan Persiapan Pengamanan

Kota Madiun, lanjutnya, merupakan bagian dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Provinsi dan Kota Madiun sama-sama meraih banyak penghargaan dan prestasi tahun ini. Bahkan, Jawa Timur menjadi provinsi nomor satu dari seluruh provinsi setanah air. Ini tentu membanggakan. Sebab, masyarakat Kota Madiun juga bagian dari masyarakat provinsi Jawa Timur. Artinya, turut memberikan sumbangsih.

Namun, walikota mewanti-wanti agar masyarakat maupun pejabat pemkot cepat berbangga. Sebaliknya, terus berkarya dengan selalu menjadikan aturan dan hukum sebagai perintah tertinggi.

‘’Gunakan aturan hukum menjadi panglimanya. Walikota hanya sebagai komandanya,’’ jelasnya.

Terakhir, walikota berterima kasih atas kepedulian masyarakat akan musibah gempa, tsunami dan likuifaksi di Sulawesi Tengah.

‘’Musibah jangan membuat lengah. Sebaliknya, terus tingkatkan kewaspadaan, hati-hati, dan tingkatkan rasa sosial kepada sesama,” pungkasnya. (devit/adit/rama/kominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun