Petugasnya rutin memeriksa setiap hari. Sarana dan prasarana lalu lintas mulai rambu, traffic light, dan marka diperiksa. (dhevit - madiuntoday)

MADIUN – Sarana dan prasarana lalu lintas penting adanya. Keberadaanya bukan sekedar pelengkap. Namun, penunjang keselamatan saat berkendara di jalan raya. Kelengkapannya dan keberadaannya wajib terus terjaga.

‘’Tidak ada jadwal khusus untuk perawatan. Prinsipnya setiap kali terlihat adanya penurunan fungsi dan estetika pasti akan langsung ditangani,’’ kata Kepala Dinas Perhubungan Kota Madiun Ansor Rasidi, Jumat (19/10).

Petugasnya rutin memeriksa setiap hari. Sarana dan prasarana lalu lintas mulai rambu, traffic light, dan marka diperiksa. Perawatan diberikan begitu sarana dan prasarana sudah tak berfungsi sebagaimana mestinya. Seperti perawatan rutin pelican cros di Jalan Pahlawan ini. Pelican cros dalam kondisi baik. Pihaknya sengaja memindahkan arah tombol pelican dari yang menghadap ke selatan menjadi menghadap ke jalan. Ansor menyebut agar mudah terlihat masyarakat yang akan menyeberang.

‘’Setiap rambu akan kami periksa dan terus dievaluasi. Tombol sengaja kami pindahkan karena tidak cukup mudah ditemukan masyarakat saat menghadap ke selatan,’’ ujarnya sembari menyebut sengaja turun langsung untuk memeriksa beberapa waktu lalu.

Selain itu, tombol juga sedikit diturunkan. Sebab, beberapa masyarakat kesulitan. Pihaknya juga menertibkan tukang becak yang biasa mangkal disekitar tiang pelican cros. Ini membuat masyarakat enggan menekan tombol. Tukang becak, kata dia, memang cukup sulit diatur. Padahal, sepanjang areal tersebut sejatinya tidak diperbolehkan untuk berhenti apalagi parkir kendati sejenak.

‘’Boleh berhenti sejenak. Tetapi tidak boleh parkir apalagi mangkal disitu,’’ tegasnya.

Ansor juga menyayangkan aksi kurang bertanggung jawab oknum yang mengurangi fungsi hingga merusak sarana dan prasarana. Salah satunya, aksi vandalisme. Coretan disejumlah rambu memang tidak merusak. Tetapi mengurangi fungsi dan estetika. Aksi tersebut juga membahayakan keselamatan orang lain. Ansor tunjuk bukti cermin pantul pada sejumlah pertigaan atau tikungan jalan. Aksi vandalisme secara tidak langsung mengurangi fungsi cermin. Ini dapat membahayakan pengendara.

Baca juga:   Suguhkan Seni Ketoprak saat Bersih Desa, Walikota Harap Kreatifitas Warga Selalu Dijaga

‘’Cermin pantul itu berawal dari usulan masyarakat yang prihatin karena seringnya terjadi kecelakaan di titik tersebut. Kalau kemudian dirusak atau sudah tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya, tentu akan kembali membahayakan masyarakat. Mereka yang merusak ini secara tidak langsung ikut bertanggung jawab kalau terjadi kecelakaan. Paling tidak tanggung jawab moral,’’ ujarnya.

Ansor berharap masyarakat tidak melakukan pengerusakan atau aksi vandalisme terhadap sarana dan prasarana lalu lintas dan angkatan jalan (LLAJ). Sebaliknya turut menjaga dan segera melaporkan jika ditemukan masalah. Apalagi, keberadaan sarpras LLAJ penting.

‘’Bayangkan kalau berada di luar kota kemudian minim rambu. Keberadaan rambu bukan hanya penting. Tapi sudah menjadi suatu kebutuhan. Mari kita jaga bersama,’’ pungkasnya sembari menyebut sarana dan prasarana di Kota Madiun secara keseluruhan dalam kondisi baik. (dhevit/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018