Puluhan peserta pecinta olahraga yang satu ini turut meramaikan acara di halaman depan Balaikota Madiun. (wshendro - madiuntoday )

MADIUN – Senam Zumba pembukaan Madiun Food Festival berlangsung seru. Puluhan peserta pecinta olahraga yang satu ini turut meramaikan acara di halaman depan Balaikota Madiun, tempat kegiatan. Tak tanggung-tanggung, masyarakat perwakilan dari 27 keluharan turut ambil bagian. Tujuannya sama, agar semakin sehat.

Peserta tidak hanya dari mereka yang masih muda. Mereka yang telah senja juga hadir meramaikan. Bahkan, semangatnya tak kalah dengan yang masih muda. Seperti Sri Mulyani. Perempuan 62 tahun warga Kelurahan Oro-oro Ombo ini nyaris tak berhenti bergerak selama gelaran senam. Sri Mulyani antusia sedari awal.

‘’Umur saya baru 62 tahun. Jadi harus tetap semangat,’’ candanya.

Semangat Sri Mulyani patut diacungi dua jempol. Gelaran senam zumba dengan durasi 30 menit lebih itu dilibas habis Sri Mulyani. Bahkan, saat peserta lain tengah beristirahat, Sri Mulyani tetap berdiri di depat panggung. Turut berjoget bersama sejumlah lain. Hiburan musik reggae memang mengemuka setelah senam. Sri Mulyani mengaku suka senam. Nyaris setiap hari ikut senam. Usia bukan kendala. Sebaliknya, usia yang semakin menua menjadi alasan tersendiri baginya.

‘’Alhamdulillah, jadi sehat terus. Saya hampir tidak pernah sakit. Kalaupun sakit paling batuk pilek biasa,’’ ungkapnya.

Kepala Diskominfo Kota Madiun Subakri menyebut gelaran Madiun Food Festival sengaja diawali dengan senam. Tujuannya jelas, menyehatkan masyarakat. Upaya ini cukup berhasil. Seperti Sri Mulyani yang cukup sehat diusia yang tak lagi muda. Pemerintah Kota Madiun memang getol menggelar senam. Terutama untuk lansia. Setiap minggu lansia mengikuti senam di kelurahan masing-masing. Biasanya dikoordinir Posyandu Lansia. Puncaknya, lansia dari seluruh kelurahan ini bergabung mengikuti senam lansia bersama di Stadion Wilis saban sebulan sekali.

Baca juga:   Atasi Lahan Sempit, Walikota Cari Tanaman Multifungsi di Taman Hortikultura Tawangmangu

‘’Membangun daerah memang tidak hanya fisik. Tetapi juga manusianya. Dengan senam yang digelar rutin ini diharap kesehatan masyarakat terbangun. Ini cukup berhasil dengan angka harapan hidup masyarakat Kota Madiun yang cukup tinggi. Di angka 70 tahun lebih,’’ ujar Subakri yang juga turut bersenam beserta istri.

Selain itu, gelaran Madiun Food Festival juga untuk meningkatkan perekonomian masyarakat. Khususnya, pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebab, berbagai stan makanan merupakan anggota UMKM di Kota Madiun. Lagi-lagi, merupakan bentuk perhatian pemerintah akan dunia usaha. Subakri berharap masyarakat turut ambil bagian. Paling tidak meramaikan acara dengan datang langsung. Acara terbuka untuk umum dan akan berlangsung hingga pukul 23.00 nanti.

‘’Acara ini dibiayai APBD melalui pos DBHCHT (Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau). Untuk itu saya berpesan kepada masyarakat untuk menaati aturan cukai. Sebagian dana cukai dikembalikan kepada masyarakat. Kegiatan ini salah satu bentuknya,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday).

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018