Enam sumur resapan dibangun di sejumlah titik genangan lapangan besar tersebut. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Genangan air yang biasa muncul di kawasan Alun-alun Kota Madiun kala musim hujan bakal semakin hilang ke depan. Enam sumur resapan dibangun di sejumlah titik genangan lapangan besar tersebut. Pemgangunan sengaja dikebut agar siap saat musim penghujan datang.

‘’Laporan dari lapangan, pembangunan sudah 85 persen sampai saat ini,’’ kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Madiun Suwarno, Selasa (23/10).

Sumur resapan, kata dia, dirasa paling tepat menanggulangi genangan yang biasa muncul. Terutama sisi barat-selatan. Titik tersebut memang lebih rendah dibanding titik lain. Alhasil, air tak dapat mengalir ke saluran. Menggenang di kawasan tersebut. Tak heran, menjadi becek. Apalagi, kawasan masih beralas tanah. Pemkot tentu tidak tinggal diam. Sumur resapan dibuat.

‘’Karena disejumlah titik itu lebih rendah, sumur resapan kami nilai paling pas. Selain mengurangi genangan, sumur resapan juga dapat menjadi tempat cadangan air. Ini baik untuk pohon dan tumbuhan sekitar,’’ jelasnya.

Terdapat enam sumur di kawasan Alun-alun sisi barat-selatan itu. Satu sumur berdiamete 2,5 meter dengan kedalaman tiga meter. Pembangunan saat ini sudah nyaris selesai. Hanya belum ditutup. Sumur resapan rencananya memang ditutup cor dan diurug tanah hingga rata kembali seperti semula. Air diharap meresap melalui dinding sumur yang sudah diberi celah-celah. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada jika berada disekitar sumur resapan selama masa pembangunan.

Baca juga:   Was-was Lewat Rel Serong? Perhatikan Tips Dari PT KAI

‘’Sumur yang sudah tergali kami beri tali pengaman disekitarnya. Kami harap masyarakat waspada,’’ ungkapnya.

Pembangunan sumur resapan ternyata tidak hanya di Alun-alun. Namun, juga ke sejumlah lapangan dan taman yang muncul titik genangan. Di antaranya, taman lapangan Winongo, Pilangbango, dan taman bantaran. Jumlahnya bervariasi menyesuaikan kebutuhan. Pembangunan sumur resapan ini ditarget selesai akhir November nanti.

‘’Prinsipnya ini sebagai antisipasi. Genangan mungkin tetap ada. Tetapi paling tidak dapat lebih cepat meresap karena terdapat tampungan di bawahnya,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday).

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018