Pengunjung perpus Kota Madiun. (dhevit - madiuntoday)

MADIUN – Masyarakat yang ingin meminjam buku di perpustakaan Kota Madiun tidak perlu lagi datang. Peminjaman cukup lewat aplikasi. Yah, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Madiun bakal segera meluncurkan perpustakaan online. Rencananya, Desember nanti. Masyarakat dapat meminjam koleksi elektronik book (e-book) perpustakaan melalui genggaman.

‘’Ini yang sedang kami persiapkan. Rencana Desember nanti. Semoga berjalan sesuai jadwal’’ kata Kabid Perpustakaan Didik Hariyono, Rabu (24/10).

Aplikasi, kata dia, bakal diberi nama e-madiun. e-book merupakan salah satu menu di dalamnya. Didik menyebut aplikasi e-madiun berbasis android. Artinya, dapat diunduh di playstore. Masyarakat cukup mendaftar sebagai anggota dalam aplikasi. Setelahnya, dapat meminjam koleksi e-book yang ada. Didik belum dapat memastikan berapa e-book yang tersedia diawal launching nanti. Lagi-lagi menyesuaikan anggaran.

‘’Kami mendapat hibah aplikasinya. Untuk e-book didalamnya tetap membeli. Nah, itu salah satu yang tengah kami persiapkan,’’ ujarnya.

Peminjaman e-book relatif masih sama dengan konvensional. Masyarakat dapat meminjam dengan batas waktu tertentu. Selama masa peminjaman, e-book tersebut menjadi hak peminjam. Masyarakat lain tidak dapat membukanya. Harus mengantre sampai batas waktu pinjam selesai. Kecuali koleksi e-book dengan judul tersebut lebih dari satu.

‘’Kalau ada lima buku dengan judul A, dan semuanya sedang dipinjam, ya harus menunggu hingga salah satu di antaranya dikembalikan. Secara prinsip masih sama,’’ terangnya.

Baca juga:   Puisi Hingga Buket Bunga Jadi Bukti Cinta Siswa Kepada Guru

Konsep digitalisasi perpustakaan ini sengaja ditambahkan. Ini untuk menjawab tantangan zaman dengan kemajuan teknologi yang begitu pesat. Kendati begitu, bukan berarti perpustakaan konvensional bakal ditutup. Keduanya saling melengkapi. Bahkan, pelayanan perpustakaan konvensional juga akan ditingkatkan. Mulai koleksi buku hingga sarana dan prasarana pendukungnya.

Didik menyebut perpustakaan memiliki 38 ribu lebih buku dengan 17 ribu judul. Ini tentunya bakal terus bertambah. Selain itu, pihaknya tengah merehab gedung perpustakaan saat ini. Sarana bermain dan rumah pintar juga tersedia. Harapannya, perpustakaan juga menjadi tempat rekreasi.

‘’Selama inikan perpustakaan dianggap sebagai gudang buku. Kami ingin merubah mindset itu. Perpustakaan juga bisa dijadikan sebagai salah satu sarana rekreasi,’’ ujarnya. (dhevit/agi/madiuntoday).

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018