Peragaan pencak silat berlangsung apik.

MADIUN – Pencak silat Madiun bukan hanya dikenal di tanah air. Namun, sudah melalang buana hingga seantero dunia. Buktinya, tak sedikit perguruan pencak silat yang tumbuh dan besar di Kota Madiun sudah berkembang di beberapa negara luar. Artinya, antusiasme masyarakat luar negeri akan pencak silat tanah air cukup besar.

Hal itu bukan isapan jempol belaka. Bahkan, dibuktikan langsung Wisnu HP, seorang seniman tanah air yang berkesempatan unjuk gigi ke luar negeri. Wisnu menyebut banyak negara asing yang membutuhkan pelatih pencak silat dari Indonesia saat ini.

‘’Pencak silat itu sudah mulai ada dibeberapa negara. Ada yang memang sudah memiliki dari awal seperti Indonesia. Ada juga yang berasal dari budaya yang masuk. Nah, mereka ternyata cukup terkesan dengan pencak silat dari Indonesia,’’ kata Wisnu saat Festival Kabupaten Madiun Kampung Pesilat Indonesia di Alun-alun Reksogati Mejayan, Minggu (28/10) malam.

Wisnu yang diminta sebagai kreatif konsultan acara tersebut memang baru saja pulang dari Azerbaijan. Bersama sejumlah seniman lain dia berada di sana mulai 12-16 September lalu. Acaranya, Indonesian Cuktural Fest (ICF) 2018. Sebagai delegasi dari Indonesia, Wisnu dkk menampilkan pencak silat yang dikolaborasikan dengan Reyog Ponorogo. Benar saja, acara yang bertempat di Ibu Kota Baku Azerbaijan itu cukup menarik perhatian masyarakat setempat. Terutama saat pencak silat tampil.

‘’Antusias mereka luar biasa. Disana ternyata juga ada pencak silat. Biasanya disebut pencak silat federation. Yaitu, pencak silat antar bangsa-bangsa,’’ jelasnya.

Itu diperkuat keterangan dari Kemenpora. Wisnu memang disupport Kemenpora untuk bisa tampil di Azerbaijan tersebut. Menurut Kemenpora, banyak negara luar negeri yang mengharap pelatih silat dari Indonesia. Selain untuk melatih, hal itu dibutuhkan sebagai bentuk dukungan agar pencak silat dapat masuk Olimpiade. Wisnu menyebut setidaknya butuh pengiriman pelatih pencak silat ke 40 negara berbeda untuk mewujudkan itu.

Baca juga:   19 Bangunan di Kota Madiun Menuju Cagar Budaya

‘’Pencak silat dari Indonesia ini harus ditegaskan kembali ke sejumlah negara. Saat ini terus dilakukan dan masih kurang sekitar 40 negara lagi. Kemenpora butuh pelatih-pelatih sebagai perwakilan di berbagai negara ini,’’ terangnya.

Itu, lanjutnya, cukup sulit dilakukan. Bukan karena minimnya pelatih. Namun, lantaran kendala bahasa internasional. Fasih berbahas Inggris memang menjadi salah satu syarat wajibnya. Ini merupakan peluang besar untuk mengenalkan pencak silat tanah air khususnya yang dari Madiun. Wisnu berharap ada pelatih dari Madiun yang bisa berangkat. Sebab, Pencak Silat Madiun memiliki ciri khas tersendiri yang tak kalah menarik dengan pencak silat lain.

‘’Ini kesempatan besar. Kota maupun Kabupaten Madiun harus sama-sama melestarikan dan mengembangkan pencak silat. salah satunya, dengan memanfaatkan kesempatan seperti ini,’’ pungkasnya sembari berharap Madiun menjadi pusat peradapan pencak silat ke depan. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018