IPM dipengaruhi berbagai hal. Di antaranya, kesehatan dan pendidikan. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Indeks Pembangunan Manusia (IPM) terbukti baik selama 2017. Kota Madiun tercatat memiliki IPM 80,13 persen. Capaian ini cukup menempatkan Kota Madiun di posisi ketiga daerah tertinggi capaian IPM di Jawa Timur. Di bawah Kota Surabaya dan Malang.

‘’Indeks pembangunan manusia ini penting. Salah satunya, sebagai indikator kinerja pemerintah dalam pembangunan manusia alias non fisiknya,’’ kata Kepala BPS Kota Madiun Firman Bastian saat Forum Kehumasan Pembangunan Daerah Kota Madiun Berdasar Data Statistik di gedung Diklat, Rabu (31/10).

Sebab, IPM dipengaruhi berbagai hal. Di antaranya, kesehatan dan pendidikan. Capaian sejumlah item di dalamnya harus cukup baik untuk mendongkrak IPM. angka harapan hidup di Kota Madiun mencapai 72,48 tahun. Artinya, rata-rata masyarakat Kota Madiun dapat mencapai usia 72 tahun lebih. Ini tak terlepas dari peran pemerintah dalam bidang kesehatan. Baik sejak saat bayi hingga lansia. Posyandu balita dan lansia cukup berjalan baik.

Warga Kota Madiun sedang berbelanja di car free day. (wshendro – madiuntoday)

Di bidang pendidikan, rata-rata lama sekolah mencapai 11,10 tahun. Penghitungan hanya masyarakat diusia 15 tahun ke atas. Artinya, masyarakat Kota Madiun yang berusia di atas 15 tahun pada 2017 ini rata-rata sudah mengenyam pendidikan 11 tahun lebih atau menyelesaikan hingga tingkat menengah atas. Sedang, angka harapan sekolah mencapai 14,20 tahun di 2017. Meningkat drastis dari 2010 yang hanya 12,42 tahun.

Baca juga:   THM Wajib Tutup Satu Minggu Awal Ramadan dan Dua Hari Awal Lebaran

Selain itu, pihaknya juga memaparkan angka perekonomian dan kemiskinan di kota pecel. Pertumbuhan ekonomi Kota Madiun juga baik. Bahkan, selalu di atas Pemprov Jatim. Ekonomi Kota Madiun tumbuh 5,93 persen di 2017. Sedang, Provinsi Jatim tercatat di 5,45 persen di tahun yang sama. Firman menyebut ini dipengaruhi berbagai faktor. Salah satunya, tumbuhnya investasi yang berkualitas. Kota Madiun memang cukup banyak pelaku-pelaku usaha baru. Mulai di bidang kuliner hingga perhotelan.

‘’Angka kemiskinan juga tercatat menurun dari 5,16 persen di 2016 menjadi 4,94 persen di 2017,’’ ujarnya.

Ini, lanjutnya, tak terlepas dari geliat perekonomian di Kota Madiun. Namun, Firman tak membantah garis kemiskinan meningkat. Artinya, kebutuhan hidup layak juga meningkat. Namun, keseimbangan tetap terjaga karena perekonomian tumbuh dengan baik.

‘’Yang bahaya itu jika garis kemiskinan naik tetapi tidak diimbangi dengan pertumbuhan ekonomi. Ini dapat meningkatkan angka kemiskinan,’’ pungkasnya. (wshendro/agi/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018