Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) V/1 Madiun ini banyak berkontribusi untuk Kota Madiun dan delapan daerah wilayah kerjanya. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Hampir setahun terakhir Letkol CPM Hermanto bertugas di Kota Madiun. Komandan Detasemen Polisi Militer (Dandenpom) V/1 Madiun ini banyak berkontribusi untuk Kota Madiun dan delapan daerah wilayah kerjanya. Khususnya dalam menjaga ketertiban lingkup TNI Angkatan Darat. Berbagai kegiatan dilaksanakan. Mulai razia rutin hingga simulasi pelatihan anggota untuk meningkatkan kemampuan.

‘’Kota Madiun daerah yang kondusif. Masyarakatnya ramah dan sangat mendukung tugas TNI khususnya di satuan kami,’’ kata Hermanto.

Hermanto mengaku tidak butuh waktu lama untuk menyesuaikan diri. Pria kelahiran Siwa, Wajo, Sulawesi Selatan ini langsung nge-klik dengan suasana tugas di Kota Madiun. Begitu juga dengan kultur daerah wilayah kerjanya lain. Denpom V/1 Madiun memang membawahi sembilan wilayah. Selain Kota Madiun, terdapat Kabupaten Madiun, Blitar, Tulungagung, Trenggalek, Pacitan, Ponorogo, Ngawi, Nganjuk, dan Magetan. Berkeliling ke sejumlah daerah tersebut saat bertugas menjadi hal biasa.

‘’TNI juga manusia. Kadang kala dapat melakukan kesalahan. Tugas kami menertibkan anggota agar tetap berjalan sesuai aturan,’’ ungkapnya.

Berbagai kegiatan dilaksanakan. Razia anggota menjadi hal biasa. Hermanto ogah berada dibalik meja. Dia selalu hadir bersama anggota saat bertugas. Seperti razia anggota di Kota Madiun beberapa waktu lalu. Hermanto memantau langsung. Pengarahan diberikan agar tugas berjalan optimal. Hermanto tak ingin tugas hanya sekedar menggugurkan kewajiban. Namun, dilaksanakan dengan serius dan sepenuh hati. Tak heran, anggota yang kedapatan melanggar langsung diberikan sanksi.

‘’Ketertiban tidak hanya saat sedang bertugas. Anggota tetap harus mengedepankan kedisiplinan dan menegakkan aturan dalam kehidupan sehari-hari. Ini sering kami tekankan kepada anggota,’’ imbuh pria bersahaja itu.

Baca juga:   Begini Pengalaman Mustakim Setelah Vasektomi

Pelatihan anggota juga dilakukan. Anggota Denpom V/1 Madiun kali terakhir menggelar latihan pengamanan pejabat VVIP beberapa waktu lalu. Simulasi dilakukan secara total. Harapannya, berjalan seperti sungguhan. Kemungkinan-kemungkinan terburuk yang berpotensi mengemuka dihadirkan. Seperti hadangan demonstrasi hingga hadangan penculikan. Harapannya, anggota mendapat gambaran yang riil tentang situasi dan kondisi saat kendala itu benar-benar terjadi.

‘’TNI harus siap dan siaga. Segala kemungkinan terburuk wajib diantisipasi. Latihan dan latihan terus kami lakukan,’’ ujar bapak dua anak ini.

Dibidang karir, Hermanto cukup malang melintang diberbagai jabatan. Dia pernah menjabat sebagai Pama Pusdikpom dan Paur Dep Hartib 1997 silam, Paur Ops Siopsjar setahun kemudian, Pasi Ops Se/Sus Pusdikpom 1999, Gumil Gol VII Dep Idik Pusdikpom dan Kasi Binkar Bag Binsat Sdirbincab pada 2001, Gumil Gol VII Idik Dep Idik 2003, Katuud Pomdam VI/MLW 2006, Wadandenpom III/3 Crb 2014, Wadandenpom III/2 Grt 2015 dan Dandenpom V/1 Madiun 2017 hingga sekarang. (ws hendro/agi/madiuntoday).

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018