Ferensa Thitania Agpenta Putri saat berpentas di Balai Kota Madiun (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Generasi muda berbakat seakan tak ada habisnya di Kota Karismatik ini. Salah satunya seperti Ferensa Thitania Agpenta Putri. Gadis 15 tahun inipun berhasil menembus industri musik ibukota. Bahkan, telah meluncurkan satu single lagu berjudul Berjuta Rasa.

Tak tanggung-tanggung, single pertama gadis yang akrab disapa Feren ini diciptakan oleh komposer Paul Laks. Penggarapan lagu dan videonya juga melibatkan artis ibukota yang lebih senior darinya. Yakni,duo personel band Lyla, Fare dan Difin.

Pada event Madiun Food Festival 20 Oktober lalu, siswi SMPN 2 Kota Madiun itu membawakan lagu tersebut saat menjadi bintang tamu. Meski tergolong baru, nyanyian Feren rupanya berhasil menarik minat penonton. Bahkan, sebagian pengunjung ikut berdendang bersamanya.

Tak hanya itu, video klip yang ditampilkan dalam akun Youtube putri pasangan Agus Sutanto dan Peni Dyah Erliandari ini juga ditonton 10.882 kali. Bahkan, dibanjiri komentar positif dari warganet. Kebanyakan mendoakan kesuksesan Feren agar terus berlanjut karirnya di dunia musik.

Bagi Feren, musik sudah menjadi dunianya sejak usia TK. Awalnya, dia hanya suka melihat orang bernyanyi di televisi. Mengetahui hal tersebut, kedua orang tuanya pun mendukung Feren untuk ikut berlatih vokal. ‘’Pernah ikut lomba dan menang, dari situ semakin termotivasi untuk menyanyi,’’ ungkap dara kelahiran Madiun, 28 November 2003 itu.

Menurut penyanyi bersuara bass ini, menyanyi adalah salah satu kegiatan yang menyenangkan. Tidak hanya untuk menyegarkan pikiran. Tetapi, juga dapat dimanfaatkan untuk mengubah mood. Yang mulanya murung bisa jadi ceria hanya dengan menyanyikan lagu-lagu yang tepat.

Baca juga:   Lou Han Kembali Diminati

Saat ini, Feren sedang mempersiapkan video klip untuk single kedua dan ketiganya. Masih sama seperti single pertama, promosi lagu dilakukan melalui aplikasi musik. Selain itu, melalui akun Youtube pribadinya. Feren juga mempromosikan lagu saat tampil di berbagai acara.

Dalam sebulan, Feren bisa manggung 3-5 kali. Jadwalnya pun tidak tetap dan lokasinya berbeda-beda. Ada yang di Madiun, Surabaya, hingga Jakarta. Meski demikian, pendidikan formal tetap nomor satu baginya. Penyuka mata pelajaran Matematika ini berusaha mendahulukan sekolah. Terutama ketika ada ujian. ‘’Manggungnya di-skip dulu,’’ ucap remaja yang mengidolakan Marion Jola dan Salshabilla Adriani ini.

Ke depan, Feren berharap karirnya di dunia musik bisa semakin bersinar dan lagu-lagunya dicintai banyak orang. Dia juga masih ingin mengejar cita-cita lainnya. Yakni, menjadi dokter dan desainer yang juga aktif menyanyi. ‘’Mama papa selalu pesan untuk tetap semangat dan fokus menggapai cita-cita,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018