Ajak Siswa Mengenang Perjuangan TRIP di Kota Madiun

Di Posting Oleh madiuntoday

9 November 2018

MADIUN – Hari Pahlawan yang biasanya diperingati tiap tanggal 10 November, selalu identik dengan latar belakang sejarah perjuangan aksi heroik dari Arek-Arek Suroboyo.

Namun belum banyak yang tahu jika di setiap daerah di Indonesia juga memiliki cerita sejarahnya sendiri. Tentunya dengan kisah kepahlawanan yang berasal dari putra daerah.

Kota Karismatik tentunya memiliki jejak tempat sejarah yang merekam aksi dari para pemuda heroik. Tepatnya berada di bangunan yang sekarang difungsikan sebagai gedung SMP 2 Kota Madiun.

Beberapa orang yang masih peduli dengan kelangsungan sejarah ini adalah Agung Sugiharto.

Selepas mengajar Agung dengan ramah menyapa Tim Madiun Today. Siang itu dirinya meluangkan waktu untuk bercerita tentang ketertarikannya dengan sejarah TRIP (Tentara Republik Indonesia Pelajar).

TRIP adalah sekumpulan anak-anak muda yang berasal dari daerah Madiun, Ponorogo, Magetan, Pacitan dan beberapa daerah lainnya.

Guru SMP 2 Kota Madiun yang tiap harinya mengajar Ilmu Pengetahuan Alam ini, rajin memberikan pengetahuan kepada murid-muridnya mengenai sejarah tentang “Mastrip”.

“Sebutan Mastrip ini karena TRIP sendiri merupakan singkatan. Mereka aktifitasnya bergerilya ke desa-desa dan karena kebanyakan laki-laki, maka disebutlah Mas-trip,” jelasnya.

Pria yang tinggal di daerah Rejomulyo ini mengaku menjadi anggota kehormatan di Paguyuban Putra Putri Mastrip Kota Madiun. Maka dari itu dirinya memiliki kewajiban untuk menurunkan sejarah yang diketahuinya kepada anak didiknya.

Beberapa kegiatan yang dilakukannya dengan paguyuban, agar siswa tahu sejarah sekolah yang merupakan bekas markas pertahanan trip adalah dengan mendatangkan pelaku sejarah.

“Tiap MOS saya selalu mendatangkan pelaku sejarah asli atau putra putri biologis pahlawan TRIP untum bercerita di depan anak-anak,” ucapnya.

Selain itu setiap hari jadi sekolah dirinya juga melakukan napak tilas ke monumen-monumen yang ada di Kota Madiun

Rute napak tilasnya adalah monumen Kolonel Mahardi yang berada di Alun-alun, selanjutnya tabur bunga di Taman Makam Pahlawan. Kemudian berlanjut ke Tentara Genie Pelajar (TGP), selanjutnya ke Monumen Peta. Dan berakhir di Monumen Moelyadi.

Dengan adanya kegiatan seperti di atas, Agung berharap agar anak didiknya merasa menjadi bagian dari sejarah dan dapat meneladani perjuangan para pemuda dalam mengisi kemerdekaan Indonesia. (Ayu/kus/madiuntoday)

Selalu mentaati peraturan yang ada dan juga tetap menjaga kesehatan dengan menjauhi narkoba, minum-minuman keras serta rokok ilegal tanpa pita cukai. Atau yang berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain.

Karena cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Dengan membayar cukai sesuai ketentuan yang berlaku, berarti kita turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKharismatikMadiun
#DBHCHT_2018

Artikel Terkait

Walikota Ikut Serta Kegiatan Penyemprotan Desinfektan Bersama Warga

Walikota Ikut Serta Kegiatan Penyemprotan Desinfektan Bersama Warga

MADIUN – Kepedulian terus ditunjukkan oleh warga dalam hal penanganan Covid-19 di Kota Madiun. Seperti tampak pada kegiatan RW 6 Kelurahan Tawangrejo, Minggu (5/4). Warga melaksanakan kerja bakti untuk menyemprot lingkungan sekitar dengan desinfektan. Kegiatan itupun...

Don`t copy text!