MADIUN – Pengadaan barang dan jasa pemerintah telah menggunakan sistem terbaru. Seluruh proses sudah menggunakan sistem pengadaan secara elektronik (SPSE) 4.3. Sosialisasi terus dilakukan pemerintah agar penyedia memahami. Baik pemerintah daerah maupun provinsi. Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemprov Jatim sengaja turun gunung memberikan sosialisasi. Harapannya, bukan hanya sosialisasi, penyedia dari daerah Jawa Timur dapat semakin bersaing.

‘’Apa yang dilakukan LPSE Pemprov Jatim ini sudah tepat. Penyedia lokal di Jawa Timur harus berdaya saing. Artinya, tidak kalah dengan penyedia dari daerah provinsi lain,’’ kata Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun Subakri saat membuka Sosialisasi dan Bimbingan Penggunaan Serta Cara Penawaran Melalui SPSE Versi 4.3 di Sun Hotel, Selasa (13/11).

Versi anyar ini memang wajib terus disosialisasikan. Terutama metode tender cepat bagi penyedia barang/jasa yang tersedia di dalamnya. Bukan hanya akan tertinggal dengan yang lain. Salah-salah, malah tak bisa mendapat tender. Subakri berharap kesempatan ini dimanfaatkan secara maksimal bagi penyedia. Terdapat materi-materi jempolan. Penyedia juga diberikan praktik langsung penggunaan SPSE versi 4.3 termasuk tender cepatnya.

‘’Pelatihan dan bimbingan juga akan kami lakukan khusus penyedia dari lokal Kota Madiun. Prinsipnya, kami ingin penyedia semakin berdaya saing tidak hanya di Kota Madiun tetapi juga di Provinsi Jawa Timur,’’ harapnya.

Baca juga:   Semakin Canggih, Evaluasi Harga Tahap Aritmatika Saat Tender Kini Otomatis

Ketua LPSE Pemprov Jawa Timur Henggar Sulistiarto menyebut pihaknya sengaja jemput bola ke bawah. Bukan hanya di Kota Madiun. Tetapi juga sejumlah daerah lain. Pihaknya berharap penyedia di Jawa Timur khususnya di Kota Madiun berdaya. Sebab, penyedia lokal Jawa Timur memiliki berbagai keunggulan. Salah satunya, biaya pengiriman barang. Penyedia lokal dapat menawar dengan harga lebih rendah dibanding penyedia dari daerah lain. Artinya, kesempatan memenangkan tender lebih besar. Apalagi, penyedia dapat memberikan penawaran ulang dalam tender cepat ini. Harga penawaran yang dirasa aman dapat diubah kembali hingga batas waktu yang ditentukan.

‘’Tetapi kenyataannya, tender banyak dimenangkan dari daerah Jakarta dan kota besar lain. Ada apa ini. Kami ingin terus memacu agar penyedia lokal lebih berdaya saing,’’ tegasnya.

Pihaknya sengaja mendatangkan pemateri dari Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang Jasa Pemerintah (LKPP) pusat serta petugas penyedia keamanan sistem informasi. Harapannya, penyedia mendapat gambaran secara utuh pengaplikasian SPSE dan tender cepat. Praktik diberikan. Sesi tanya-jawab dibuka. Henggar berharap ke depan tidak hanya penyedia. Namun, juga UMKM lokal yang ada juga dapat bersaing dalam tender.

‘’Jadi tidak perlu lagi lewat penyedia. Penyedia barang juga sekaligus produsen barang itu sendiri. Dengan begitu UMKM menggeliat, ekonomi meningkat,’’ pungkasnya. (ws hendro/agi/madiuntoday)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun