MADIUN – Kunjungan kerja (Kunker) Walikota Madiun berlanjut. Kali ini, menyambangi warga Kelurahan Manguharjo, Selasa (13/11). Bukan hanya silaturahmi, kunjungan juga sebagai bentuk evaluasi. Walikota sengaja ingin mengetahui secara langsung jalannya program selama tahun anggaran ini. Hasilnya, cukup membanggakan. Sejumlah pembangunan berjalan sesuai perencanaan.

‘’Pembangunan harus terus berjalan. Baik fisik maupun non fisik. Saya minta semua saja, terutama perangkat kelurahan dan tokoh masyarakat untuk terus memantau. Baik itu saat hujan maupun kemarau. Setiap permasalahan yang muncul harus segera ditangkap untuk kemudian diusulkan,’’ kata Walikota Sugeng Rismiyanto.

Pembangunan, kata dia, tidak boleh berhenti. Caranya, perencanaan juga harus berjalan. Walikota berharap masyarakat harus lebih banyak terlibat dalam perencanaan. Wadahnya, ada di musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang). Mulai tingkat RT, RW, hingga Kelurahan. Setelahnya, juga harus dikawal. Mulai tingkat Kecamatan hingga Kota. Pemerintah, lanjutnya, terus berupaya menyusun pembangunan mulai dari bawah. Artinya, pembangunan berdasar usulan masyarakat yang menjadi prioritas.

‘’Usulan dan laporan dari bawah ini penting. Walikota tidak akan bisa membuat perencanaan yang sesuai keinginan masyarakat tanpa adanya usulan dari bawah,’’ tegasnya.

Baca juga:   Melalui Silat, Info Jalan dan Jembatan Dapat Diakses Secara Cepat

Lurah Manguharjo Hartanto menyebut pembangunan di kelurahannya sudah berdasar usulan masyarakat. Sebanyak 191 usulan mengemuka saat musrenbang 2017 untuk pembangunan 2018 ini. 77 di antaranya usulan fisik. Hartanto menyebut nyaris semua usulan sudah terealisasi. Di antaranya, empat titik pavingisasi, 14 jambanisasi, 13 rumah tidak layak huni (RTLH), dan satu septictank komunal.

Sedang realisasi non fisik di antaranya, empat gerobak sampah, bantuan anggaran bersih desa, bantuan kepada 14 tokoh agama, 65 sembako warga kurang mampu, 202 KK program keluarga harapan (PKH), 600 lebih bantuan pangan non tunai (BPNT) dan BPNTD serta seribu lebih program Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Kendati begitu, Hartanto menyebut masih terdapat pembangunan yang belum terealisasi. Di antaranya, lima titik saluran, masing-masing tiga titik pavingisasi dan plengsengan. Selian itu, terdapat sejumlah RTLH dan jambanisasi yang juga belum terealisasi.

‘’Secara keseluruhan pembangunan sudah jalan. Partisipasi masyarakat juga tinggi. Semoga ke depan ini terus meningkat,’’ ujarnya. (dhevit/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun