MADIUN – Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) Kota Madiun cukup baik dalam hal keterbukaan informasi publik. Berbagai informasi terkait pemerintahan dapat diakses dengan mudah. Lengkap pula. Berbagai media tersedia. Pemkot juga mendukung dengan layanan internet gratis melalui wireless fidelity (wifi) yang dapat diakses dari ribuan tempat. Kinerja apik ini membuka peluang Kota Madiun untuk meraih PPID Award tahun ini.

‘’Kalau melihat apa yang sudah dilakukan Pemkot Madiun, khususnya pengelolaan PPID-nya, peluang (meraih PPID Award) itu ada. Kami melihat ada upaya yang cukup gigih dari pemkot sini,’’ kata Ketua Tim Penilai Komisi Informasi Publik (KIP) Jawa Timur Wahyu Kuncoro saat visitasi ke PPID Kota Madiun, Rabu (14/11).

Peluang itu, lanjutnya, cukup terbuka lebar. Berbagai syarat terpenuhi. Mulai ketersediaan informasi, dokumentasi, dan publikasinya kepada masyarakat. Semuanya tergarap secara baik. Artinya, unsur keterbukaan informasi publik terpenuhi. Website yang dikelola PPID mengedepankan kelengkapan informasi. Semua informasi tersedia. Setidaknya belasan berita terposting setiap harinya. Ini juga dibagikan melalui berbagai media sosial. Transparansi APBD tahun berjalan dan sebelumnya juga tersaji secara rinci. Masyarakat dapat melihatnya secara utuh.

Bahkan, PPID Kota Madiun memiliki nilai lebih. Salah satunya, kemudahan mendapatkan informasi tersebut. Masyarakat langsung disambut dengan layanan chatting begitu masuk website. Ini penting agar interaksi dengan masyarakat terjalin baik. Begitu juga dengan respon yang diberikan. Dinas Kominfo menyiapkan petugas khusus yang mejawab semua pertanyaan masuk selama 24 jam. Setiap keluhan yang dilaporkan juga langsung ditindaklanjuti kepada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Artinya, cara merespon laporan masyarakat sudah cukup bagus.

Baca juga:   Ciptakan UPBJ yang Mumpuni, Pemkot Bekali PPK, PA, KPA Pelatihan dan Bimbingan

‘’Semua layanan informasi ini juga sudah terkemas dalam sebuah aplikasi smartphone. Masyarakat tidak perlu repot-repot mengetik. Cukup melalui aplikasi,’’ terangnya sembari menyebut informasi juga dikemas dalam bentuk tabloid, buku, dan penyiaran radio.

Selain itu, layanan internet gratis juga disebutnya sebagai langkah maju. Ini sejalan dengan tujuan keterbukaan informasi publik. Masyarakat yang tidak memiliki kuota tinggal memanfaatkan layanan ini. Apalagi, layanan internet juga langsung mengarah pada website pemerintah daerah. Harapannya, masyarakat tidak ketinggalan informasi terbaru yang ditampilkan. Titiknya juga cukup banyak. Mencapai seribu lebih titik wifi.

‘’Tidak semua daerah masuk penilaian. Tahun ini memang sedikit selektif. Hanya PPID yang kami nilai aktif dan memenuhi syarat yang kami nilai. Selain PPID, ada Kelurahan Pangongangan dan RSUD Soedono yang masuk penilaian dari Kota Madiun,’’ ungkapnya.

Kepala Dinas Kominfo Kota Madiun Subakri menyebut pihaknya terus berupaya menyajikan informasi secara maksimal kepada masyarakat. Keterbukaan informasi menjadi tujuannya. Tak heran, berbagai informasi ini disajikan dengan beragam cara. Mulai internet, cetak, dan elektronik. Layanan internet gratis juga diberikan. Artinya, masyarakat tidak perlu lagi repot dalam mengakses informasi.

‘’Informasikan sudah menjadi kebutuhan. Prinsipnya, pemkot terus berupaya menyajikan informasi secara lengkap, mudah, dan murah,’’ ujarnya. (ws hendro/agi/diskominfo)

#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun