Di kota pecel saja, tak lebih dari sepuluh persen dari sekitar tiga ribu lebih peserta yang mengikuti TKD. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Peserta Tes Kemampuan Dasar (TKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2018 wajib bersabar sejenak. Keputusan terkait mereka yang lolos ke tahapan selanjutnya belum juga mengemuka kendati seluruh tahapan TKD sudah selesai. Sekda Kota Madiun Rusdiyanto mengakui sudah adanya rapat terkait itu ditingkat panitia seleksi nasional (Panselnas). Hanya, pihaknya belum mendapat laporan secara tertulis dari hasil rapat tersebut.

‘’Informasi yang kami terima, sudah ada koordinasi di sana (pusat). Tetapi sampai hari ini kami belum menerima laporan secara tertulis. Jadi ya ditunggu dulu,’’ katanya saat ditemui usai Kirab Gunungan Jaler-Estri Rangkaian Peringatan Grebeg Maulid di Alun-alun Kota Madiun, Selasa (20/11).

Pemerintah daerah, kata dia, hanya bisa menunggu. Bukan hanya di Kota Madiun. Namun, seluruh pemda di tanah air. Sebab, semua keputusan ada di tangan pemerintah pusat. Ketentuan mereka yang lolos ke Tes Kemampuan Bidang (TKB) memang tengah menjadi polemik. Itu setelah banyaknya peserta yang tak mampu melampui passing grade. Di kota pecel saja, tak lebih dari sepuluh persen dari sekitar tiga ribu lebih peserta yang mengikuti TKD. Nah, sistem rangking untuk menutupi kekurangan mengemuka. Namun, Sekda menyebut keputusan itu juga tengah tarik-ulur. Sebab, ada yang merasa dirugikan dengan sistem tersebut.

‘’Sampai saat ini belum jelas. Apakah kekurangan dari yang tidak lolos (passing grade) kemudian dirangking atau bagaimana. Informasi yang kami terima, saat ini masih pro kontra,’’ terangnya.

Pihaknya mengaku hanya menunggu. Koordinasi dengan panselnas juga intens dilakukan agar tidak ada informasi yang terlewat. Sekda berharap masyarakat bersabar dan juga terus memantau informasi dari panselnas. Pihaknya berharap kuota CPNS untuk Kota Madiun dapat terpenuhi maksimal. Sebab, kondisi pegawai saat ini memang tengah minim. Banyaknya pegawai yang pensiun salah satu penyebabnya. Pihaknya bahkan membuka rekrutmen tenaga pendidik non PNS untuk menutup kekurangan itu. Proses rekrutmen sebanyak 58 formasi itu kini tengah berlangsung.

Baca juga:   Pameran Alutsista Dibuka, Masyarakat Boleh ‘Angkat Senjata’

‘’Prinsipnya pemkot pastinya menginginkan ada tambahan pegawai secara optimal. Bayangkan sudah beberapa tahun tidak ada rekrutmen sedang yang pensiun ratusan orang setiap tahun,’’ ujarnya.

Sementara itu, dilansir dari banjarmasin.tribunnews.com sistem rangking kemungkinan besar akan diterapkan guna mengisi formasi yang kosong imbas banyaknya peserta yang tidak lolos passing grade. Alasan lain, banyak peserta yang tidak melewati passing grade tetapi mengemas nilai yang cukup tinggi. Mereka yang tidak lolos seleksi ini akan dirangking. Namun, tetap sesuai dengan jumlah yang dibutuhkan untuk SKB. Yakni, tiga kali formasi yang dibutuhkan. (ws hendro/agi/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan. Taati juga aturan cukai. Jangan beli rokok illegal. Mulai rokok polos alias tanpa pita cukai, berpita cukai palsu, atau berpita cukai rokok lain. Merugikan negara dan masyarakat. Dana bagi hasil cukai tembakau sebagai bahan utama rokok diperuntukkan kembali untuk masyarakat melalui pemerintah daerah. Semakin besar dana cukai, semakin besar pula anggaran untuk masyarakat. So, jadi pembeli yang bijak ya.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018