MADIUN – Memasuki awal masa kuliah di perantauan bisa menjadi hal yang berat bagi sebagian mahasiswa baru. Rindu suasana rumah, belum mengenal lingkungan baru, hingga belum punya teman akrab bisa menjadi faktor-faktor yang memengaruhi.

Dari beragam kendala itu terbentuklah berbagai organisasi mahasiswa daerah. Salah satunya seperti Forum Mahasiswa Madiun Study Malang. Atau, biasa disingkat menjadi Formadima.

Saat ini, Formadima telah memasuki usia 10 tahun. Anggotanya pun cukup banyak. Mencapai 500 orang. Mereka menaungi para mahasiswa yang berasal dari Kota dan Kabupaten Madiun. ‘’Tujuannya, untuk menjalin persaudaraan dengan anak-anak dari Madiun yang menempuh pendidikan di Malang,’’ tutur Ketua Formadima Alfiansyah Aditya Pamungkas.

Berbagai kegiatan pun diselenggarakan untuk menjalin keakraban antaranggota. Mulai dari Welcome Maba, Happy Camp, Buka Bersama, hingga sosialisasi kampus. Semua dilakukan bersama-sama antara senior dan junior.

Tak hanya itu, para anggota Formadima juga membantu calon mahasiswa baru dari Madiun yang ingin menempuh Pendidikan di Malang. ‘’Kalau menghubungi kakak-kakaknya di Formadima, kami bisa bantu apa saja yang dibutuhkan,’’ terangnya.

Salah satu kegiatan yang rutin dilaksanakan Formadima adalah Lets Go To SBMPTN (LGTS). Dalam program ini, mereka menyediakan fasilitas tempat tinggal bagi adik-adik dari Madiun yang akan mengikuti tes di Malang. Para kakak-kakak tingkat juga membantu mereka untuk belajar.

Pada saat pelaksanaan tes, anggota Formadima akan membantu adik-adiknya dengan mengantar mereka hingga ke lokasi tes. Sehingga, tidak ada yang terlambat atau tersesat saat berada di Malang.

Baca juga:   Letkol CPM Hermanto, Dandenpom V/1 Madiun yang Tegas nan Bersahaja

Namun, lebih dari itu, Formadima bukan sekedar tempat kumpul-kumpul antara senior dan junior semata. Bersama-sama, mereka saling membahu untuk menggapai prestasi.

Salah satunya dalam kegiatan Kampung Budaya yang diselenggarakan di Gedung Samatha Krida Universitas Brawijaya 11 November lalu. Mengusung tema Dongkrek, Formadima berhasil memenangkan juara 1 kategori Maskot Terbaik dalam acara yang diikuti Forum Daerah dari 34 provinsi di Indonesia itu.

Tak hanya itu, para anggota Formadima juga menampilkan Tari Solah Mediunan, stan majalah dinding yang berisi sejarah dan kebudayaan Madiun, serta fashion show. ‘’Alhamdulillah ikut semua, tidak ada yang absen dan bisa meraih juara 1 untuk maskotnya,’’ ungkap mahasiswa semester 5 Teknik Mesin Universitas Merdeka Malang itu.

Ke depan, alumnus SMAN 5 Kota Madiun itu berharap Formadima dapat terus menjaga solidaritas dan kekompakannya. Sehingga, bisa menjadi forum daerah yang kuat. Serta, dapat membantu anak-anak di Madiun, khususnya yang ingin melanjutkan kuliah di Malang. (irs/madiuntoday)

Selalu patuhi aturan dan jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018