Sebelumnya, Purwantoro merupakan pelatih Sekolah Sepakbola (SSB) di SDN Patihan. (dhevit - madiuntoday)

MADIUN – Pengembangan generasi sepakbola Indonesia dimulai dari pelatihnya. Hal inilah yang dilakukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud). Bersama PSSI, mereka menggelar pelatihan terhadap guru-guru olahraga. Terutama, yang memiliki minat khusus terhadap sepakbola.

Dalam kegiatan tersebut, Guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) SDN Patihan Kota Madiun Purwantoro berhasil lolos menjadi satu-satunya perwakilan dari Kota Karismatik. ‘’Ya, saya ikut yang angkatan pertama. Yakni, 8-16 Oktober lalu,’’ tuturnya saat ditemui di sekolah.

15 Agustus lalu, tim supervisi dari Kemendikbud mendatangi sekolah di Jalan Penataran itu untuk memverifikasi ulang berkas-berkas yang telah dikirimkan Purwantoro. Sebulan berikutnya, guru yang mengajar olahraga sejak 2002 itupun mendapat kabar gembira. ‘’Alhamdulillah lolos dan bisa mengikuti semiloka,’’ ungkapnya.

Menurut Purwantoro, dari Jawa Timur ada enam guru yang terpilih. Selain Kota Madiun, ada guru dari Nganjuk, Pasuruan, Sidoarjo, Mojokerto, dan Probolinggo. Memang tidak mudah untuk dapat mengikuti semiloka ini. Dari 300-an berkas yang masuk, hanya 160 orang saja yang layak disupervisi. Hasilnya, ada 110 orang yang berhasil lolos dan dapat mengikuti kegiatan selama 9 hari di Jakarta itu.

Sebelumnya, Purwantoro merupakan pelatih Sekolah Sepakbola (SSB) di SDN Patihan. Anggotanya bukan hanya siswa sekolah itu saja. Sebagian ada yang berasal dari Kabupaten Madiun, Magetan, hingga Ponorogo.

Tak hanya itu, tim SSB seringkali menyabet kejuaraan sepakbola. Bahkan, sempat bergabung dengan ASSBI Jatim untuk mengikuti National Futsal Championship age group under 12 di Singapura 2016 lalu. Hal ini menjadi pertimbangan panitia semiloka untuk meloloskannya.

Pada kegiatan tersebut, Purwantoro mengaku mendapat banyak materi baru. Mulai dari teori hingga praktek. Inti materinya adalah mengenai kurikulum baru di dunia sepakbola Indonesia. Atau, yang biasa disebut dengan Filanesia. Filosofi Sepakbola Indonesia.

Salah satu materinya berkaitan dengan cara mendidik anak usia dini. Mulai umur 6-14 tahun memiliki tahapan yang berbeda. Misalnya dalam fase kegembiraan. Anak usia 6-9 tahun tidak diperkenankan mendapatkan materi fisik. Tapi, olah bola, teknik dasar, fun, enjoy, dan tidak ada tekanan. Baik dari pelatih maupun wali murid.

Baca juga:   Pilih Senam Lantai, Ary Nindya Kuswara Raih Prestasi

‘’Dibiarkan anak itu senang dulu. Kalau sudah suka, baru dikenalkan teknik dasar,’’ jelasnya.

Sedangkan, anak usia 10-13 tahun sebaiknya sudah dikenalkan teknik strategi dan fisik. ‘’Jadi tantangan buat saya, ilmu harus diimbaskan ke anak didik saya. Terutama, dalam pembelajaran. Lalu, diimbaskan ke guru-guru PJOK lainnya,’’ terang alumnus Universitas Negeri Semarang itu.

Lebih lanjut, Purwantoro mengatakan, ada beberapa penyegaran terhadap ilmu kepelatihan. Salah satunya dalam teknik latihan. Yang biasanya disendirikan, pada kurikulum baru ini sudah mulai diajarkan secara keseluruhan.

Contohnya pada materi olah bola. Tidak melulu itu saja yang diajarkan. Di dalamnya juga bisa diselipi pelajaran lain. Misalnya unsur-unsur fisik. Sehingga, dalam sekali latihan, anak bisa mendapatkan beberapa ilmu sekaligus.

Menurut Purwantoro, pola latihan seperti ini merupakan strategi pemerintah untuk mengejar ketertinggalan sepakbola Indonesia dengan negara-negara lain. Baik di tingkat Asia Tenggara, Asia, maupun dunia. Diharapkan, kurikulum ini semakin mengikis ketertinggalan itu.

‘’Apalagi, 2032 nanti Indonesia akan mencalonkan menjadi tuan rumah piala dunia,’’ sebutnya. Karena itu, kemampuan sepakbola dalam negeri harus ditingkatkan.

Sebagai imbas dari semiloka, rencananya Purwantoro bersama Dinas Pendidikan Kota Madiun akan menyelenggarakan pelatihan khusus bagi guru-guru olahraga tahun depan. ‘’Tahun depan juga sudah mulai event Gala Siswa tingkat nasional. Pelatihan guru-guru ini juga untuk menyongsong kegiatan itu. Sehingga, teman-teman pelatih bisa mempersiapkan anak didiknya,’’ tutur bapak dua anak itu.

Ke depan, Purwantoro berharap dunia sepakbola Indonesia bisa menjadi lebih baik lagi. Bahkan, menjadi tim yang kuat di kancah internasional. Selain itu, dapat menghasilkan generasi-generasi sepakbola berkualitas dari Kota Madiun. (Dhevit/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Mulai yang polos alias tanpa pita cukai. Atau, berpita cukai palsu dan berpita cukai rokok lain. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018