MADIUN – Bumi sudah tua sepertinya bukan ungkapan yang berlebihan. Pasalnya, berdasarkan data yang ada bumi sudah berusia lebih dari 4,543 miliar tahun lamanya. Sehingga, tak heran jika terjadi beberapa kerusakan. Terutama, diakibatkan ulah oknum yang kurang peduli terhadap kelestarian lingkungan dan alam.

Disadari atau tidak, manusia telah memproduksi sampah plastik sebanyak 8,3 miliar ton. Dari jumlah itu, 6,3 miliar di antaranya berakhir sebagai sampah. Sedangkan, bumi dihuni oleh lebih dari 7 miliar orang. Dengan demikian, bisa ditarik kesimpulan bahwa tiap satu kepala bertanggung jawab atas satu ton sampah plastik.

Fakta yang cukup mengerikan bukan? Jika hanya dibayangkan, fakta di atas memang sangat mengganggu pikiran. Maka dari itu perlu tindakan nyata dari seluruh penduduk bumi untuk menyelamatkan lingkungan.

Nah, hal inipun bisa dimulai dari meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan di sekitar tempat tinggal. Seperti penerapan program Go Green and Clean yang diselenggarakan oleh Pemkot Madiun melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Berdasarkan penjelasan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup Suwarno, Go Green and Clean merupakan program yang telah berlangsung selama empat tahun. Dimaksudkan sebagai perwujudan tertib administrasi kantor kelurahan, mewujudkan keteduhan, kebersihan, dan keindahan kantor.

“Selain itu untuk mewujudkan kondisi lingkungan kelurahan yang teduh, bersih, sehat dan indah. Juga, mewujudkan pengelolaan sampah secara mandiri dengan meningkatnya nilai ekonomis sampah, mewujudkan perilaku hidup bersih dan sehat seluruh komponen masyarakat,” jelasnya.

Selama empat tahun program ini berkembang lebih luas dan sudah dilaksanakan di tiap 27 kelurahan yang ada di Kota Madiun. Hasilnya tak mengecewakan. Selain munculnya kesadaran dari masing-masing individu untuk menjaga lingkungan dan mengelola sampah, program Go Green and Clean juga salah satu upaya Pemkot dalam menjaga gelar Adipura yang sudah diraih selama 13 kali berturut-turut.

Baca juga:   Pemkot Bahas Raperda Siang-Malam

Pada tahun ini, kelurahan yang berhasil menyabet gelar juara Go Green and Clean tingkat kota adalah Kelurahan Taman. Sedangkan posisi kedua dan ketiga diraih oleh Kelurahan Banjarejo dan Kelurahan Nambangan Lor.

“Masing-masing pemenang mendapatkan sertifikat, piala dan uang pembinaan. Ini adalah salah satu bentuk untuk memacu warga masyarakat agar berperan aktif dalam menjaga lingkungan tempat tinggalnya,” ujar Suwarno.

Bukan hanya itu saja, dari kegiatan Go Green and Clean, membuktikan bahwa warga masyarakat Kota Karismatik sangat inovatif dalam mengelola sampah plastik. Melalui program ini, mereka berbondong-bondong membuat kreasi yang dihasilkan dari sampah plastik. Seperti bunga, tas dan lain sebagainya.

Suwarno berharap, dengan kegiatan yang dilakukan rutin tiap tahunnya ini, seluruh lapisan masyarakat dapat memahami, menyadari, dan menerapkan akan pentingnya berperilaku hidup bersih dan sehat. (dhevit/kus/irs/madiuntoday)


Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakcukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#DBHCHT_2018