KIS dilihat dari sisi depan dan belakang. (wshendro - madiuntoday)

MADIUN – Pemerataan layanan kesehatan atau Universal Health Coverage (UHC) sesuai Inpres 8/2017 telah berjalan secara bertahap di Kota Madiun. Saat ini, tahapan yang sedang berlangsung di antaranya adalah pembagian Kartu Indonesia Sehat (KIS) sebagai pengganti kartu Jamkesmasta yang selama ini digunakan masyarakat Kota Madiun.

Kasi Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan dan KB Kota Madiun Iwan Dwi Susanto menuturkan, proses pengambilan KIS dapat dilakukan di kelurahan sesuai tempat tinggalnya masing-masing. Hal ini tergantung dari jadwal yang ditentukan oleh kelurahan tersebut.

‘’Untuk 13 dan 14 Desember giliran Kelurahan Josenan dan Demangan, masyarakat yang sudah mendapatkan blanko pengambilan kartu, bisa langsung menuju kelurahan,’’ ujarnya saat ditemui, Rabu (12/12).

Bagi warga yang sudah terlewat dari jadwal pengambilan KIS di kelurahan, bisa langsung ke kantor Dinkes dan KB Kota Madiun. Namun, setiap harinya Dinkes hanya memenuhi 100-150 antrian. Nomor antrian dapat diambil sejak pukul 07.00 dan layanan dibuka mulai pukul 08.00-12.00.

Iwan menegaskan, masyarakat tidak perlu antri sejak dini hari. Sebab, nomor antrian diberikan setelah jam kantor buka. Setelah mendapat nomor antrian, diharapkan warga tidak meninggalkan lokasi. ‘’Kalau nomor antriannya sudah lewat, kami tidak melayani. Bisa mengambil nomor antrian lagi atau datang lagi hari berikutnya,’’ terang Iwan.

Meski begitu, layanan pengambilan KIS di kantor Dinkes dan KB hanya dilayani hingga Jumat (14/12). Mulai Senin (17/12), pengambilan KIS dapat dilakukan di puskesmas induk sesuai tempat tinggalnya masing-masing. ‘’Pengambilan KIS dengan membawa dokumen kependudukan yaitu fotokopi KTP dan KK yang sudah dibubuhi nomor amplop penerima,’’ imbuhnya.

Baca juga:   Perangi Gizi Buruk, Pemkot Lakukan Upaya Zero Malagizi

Untuk pengambilan KIS di puskesmas hanya dilayani mulai pukul 08.00 hingga 12.00. Tidak kurang atau lebih dari jadwal itu. Loket layanan juga akan dibedakan dengan antrian poliklinik puskesmas. Sehingga, warga tidak perlu antri sebelum puskesmas buka.

Terkait pengambilan KIS, Iwan menegaskan bahwa hanya warga yang kartunya sudah jadi saja yang dilayani. Sedangkan, warga yang masuk dalam usulan bisa menunggu. Sebab, usulan masih bisa diterima oleh Dinkes dan KB hingga Januari 2019.

Tak hanya itu, Iwan juga mengimbau bagi masyarakat pemegang kartu Jamkesmasta agar tidak resah. Sebab, kartu tersebut masih bisa digunakan hingga Desember 2018. Sembari menunggu KIS-nya jadi. Setelah KIS jadi, kartu Jamkesmasta akan ditarik karena sudah tidak berlaku lagi.

Iwan menambahkan, bagi warga yang sudah mendapatkan KIS namun terjadi masalah, misalnya kartu tidak dapat digunakan, bisa langsung mengajukan komplain ke BPJS Kesehatan. Begitu pula bagi warga yang mengajukan KIS namun gagal lolos. ‘’Bisa ditanyakan ke BPJS Kesehatan karena mereka yang memegang datanya. Pemkot Madiun dalam hal ini Dinkes KB hanya memberikan rekomendasi,’’ tandasnya. (WS Hendro/irs/madiuntoday)

Selalu jaga kesehatan dengan menjauhi minum-minuman keras, narkoba, serta rokok ilegal. Cukai merupakan salah satu pemasukan negara. Sebagian dananya dikembalikan kepada masyarakat. Membayar cukai sesuai ketentuan berarti turut berkontribusi kepada negara dan masyarakat.

#tolakpitacukaiilegal
#sebarkontenpositif
#berinternetsehat
#madiunkotawifi
#100ThMadiun
#KotaKarismatikMadiun
#IndonesiaBicaraBaik
#DBHCHT_2018